Berita

Polisi yang berjaga di kota Lewiston, negara bagian Maine, Amerika Serikat pada Kamis, 26 Oktober 2023/Net

Dunia

Ratusan Polisi Dikerahkan untuk Tangkap Pelaku Penembakan di Maine AS

KAMIS, 26 OKTOBER 2023 | 15:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepolisian kota Lewiston, negara bagian Maine, Amerika Serikat mengatakan telah mengirim ratusan personel untuk mencari pelaku penembakan massal di sebuah bar dan arena bowling pada Rabu (25/10).

Dalam konferensi pers pada Kamis (26/10), Komisaris Keamanan Publik Maine, Mike Sauschuck mengatakan saat ini seluruh personel telah dikerahkan untuk memburu pelaku bernama Robert R. Card (40).

"Kami memiliki ratusan petugas polisi yang bekerja di seluruh negara bagian Maine untuk menyelidiki kasus ini guna menemukan Card, yang merupakan orang yang paling dicari," ujarnya, seperti dimuat The Star.


Aksi penembakan yang dilakukan Card dilaporkan telah menewaskan hingga 22 orang, dan 60 lainnya terluka.

Melalui gambar yang disebarkan pihak kepolisian, Card terlihat menggunakan hoodie coklat dan celana jeans, serta memegang senjata saat melancarkan aksinya di Sparetime Recreation, arena bowling, dan Schemengees Bar dan Grille Restaurant.

Card berprofesi sebagai instruktur senjata api terlatih dan anggota cadangan Angkatan Darat AS. Baru-baru ini, ia mengaku memiliki masalah kesehatan mental, termasuk mendengar suara-suara. Dikatakan juga bahwa dia mengancam akan menembak pangkalan Garda Nasional.

"Card juga dilaporkan telah dimasukkan ke fasilitas kesehatan mental selama dua minggu selama musim panas 2023 dan kemudian dibebaskan," bunyi laporan Pusat Informasi dan Analisis Maine.

Penembakan tersebut dianggap sebagai yang paling mematikan di AS, setidaknya sejak Agustus 2019. Ketika itu seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah pembeli di Walmart El Paso dengan senapan AK-47 dan menewaskan 22 orang.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya