Berita

Yasmin Porat, seorang penyintas yang berhasil selamat dari pertempuran Israel-Hamas di Kibbutz Be’eri pada 7 Oktober 2023/Net

Dunia

Bukan Hamas, Pasukan Israel Bunuh Warganya Sendiri di Kibbutz

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 19:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah kesaksian mencengangkan datang dari seorang korban tawanan Hamas yang berhasil selamat dari baku tembak dengan tentara Israel di Kibbutz Be’eri, dekat perbatasan Gaza pada 7 Oktober lalu.

Yasmin Porat merupakan seorang ibu berusia 40 tahun dan berkewarganegaraan Israel. Saat serangan Hamas meletus, dia dan kawannya bernama Tal Katz sedang menghadiri festival Nova.

Mengetahui pasukan Hamas mulai masuk ke wilayah Israel, Porat dan Katz melarikan diri dengan mobil ke Kibbutz Be’eri.


Keduanya sempat bersembunyi di rumah suami istri bernama Adi dan Hadas Dagan. Namun tak lama tentara Hamas berhasil menangkap mereka dan membawanya ke rumah lain.

Berdasarkan kesaksian Porat, saat itu dirinya dan seluruh tawanan diperlakukan secara manusiawi oleh para pejuang Palestina.

“Mereka tidak melecehkan kami. Mereka memperlakukan kami dengan sangat manusiawi,” ungkapnya saat diwawancarai radio Kan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh The Electronic Intifada pada Senin (14/10).

Saat itu kondisinya sangat menakutkan, kata Porat, tetapi para pejuang Hamas berusaha menenangkan mereka dan memberikan minum.

Dia ingat saat salah satu tentara Hamas berbicara bahasa Ibrani mengatakan pada Porat: "Lihat saya baik-baik, kami tidak akan membunuhmu. Kami ingin membawa Anda ke Gaza. Kami tidak akan membunuhmu. Jadi tenanglah, kamu tidak akan mati."

Porat juga bersaksi bahwa meskipun semua pejuang Palestina membawa senjata, dia tidak pernah melihat mereka menembak tawanan atau mengancam mereka dengan senjata.

Mereka bahkan dipersilakan berkumpul di luar ruangan, karena di dalam cuaca panas dan listrik sedang padam.

Saat itu Porat diminta Hamas menelepon tentara Israel agar datang. Dia diperintahkan untuk memberitahu bahwa tawanan berjumlah 40, padahal saat itu jumlahnya hanya belasan.

Setelah panggilan telepon diangkat, sekitar 28 tentara Hamas dan belasan tawanan Israel menunggu kedatangan tentara Israel.

Pasukan Israel memang benar datang, kata Porat, tetapi tanpa aba-aba mereka menembakkan peluru dari unit Israel yang mengejutkan para pejuang dan tawanan Israel.

“Kami berada di luar dan tiba-tiba ada tembakan peluru ke arah kami dari (unit Israel) YAMAM. Kami semua mulai berlari mencari perlindungan," ungkap Porat.

Porat mengatakan dia menyerah kepada tentara Israel setengah jam setelah baku tembak sengit dan seorang komandan Hamas memutuskan untuk menyerah dan menggunakannya sebagai perisai manusia.

"Dia (Komandan Hamas membawa saya meninggalkan rumah. Pada saat itu saya berteriak kepada (pasukan komando Israel). Ketika mereka dapat mendengar saya, tembakan itu berhenti," kata Porat.

Saat itu dia melihat ada lima atau enam sandera tergeletak di tanah di luar. Seperti domba yang disembelih, Porat menggambarkan bagaimana kengerian baku tembak tersebut.

Porat secara jelas mengatakan bahwa pasukan Israel telah melenyapkan semua orang, termasuk para sandera selama pertempuran.

"Tidak diragukan lagi. Mereka melenyapkan semua orang, termasuk para sandera karena terjadi baku tembak yang sangat, sangat hebat," ungkapnya.

Kisah Porat menunjukkan kegagalan Israel dan Amerika yang berusaha menggambarkan aksi Hamas lebih buruk dibandingkan Israel, untuk membenarkan genosida yang dilakukan Tel Aviv terhadap penduduk Sipil.

Kesaksian seperti Porat mungkin akan sulit ditemukan, mengingat Israel berusaha menghindari kekacauan dari dalam dengan menutup-nutupi kabar tentang warga Israel yang tewas.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya