Berita

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali/Net

Politik

Nasdem Harap Tak Muncul Kegaduhan Politik Usai Penetapan Tersangka SYL

SABTU, 14 OKTOBER 2023 | 15:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penetapan tersangka Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat masih menjadi Menteri Pertanian, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal pekan ini, diharapkan Partai Nasdem tidak menimbulkan kegaduhan politik.

"Kita berharap supaya tidak terjadi kegaduhan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (14/10).

Dia pun memastikan, dugaan uang gratifikasi SYL saat masih menjabat Menteri Pertanian mengalir ke kegiatan politik Nasdem, dipastikan tidak benar.


Pada sisi lain, Ali mengatakan SYL cukup aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan menyumbangkan paket sembako.

"Tetapi bahwa Pak Syahrul sebagai kader Partai Nasdem, pasti ketika ada kegiatan sosial partai dia diminta untuk berpartisipasi, bekerja, bergotong royong itu menjadi suatu hal yang wajar," katanya.

"Tetapi kalau dikatakan mengalir uang di Partai Nasdem, ini perlu saya katakan itu tak benar," sambungnya menegaskan.

Oleh karena itu, Ali memastikan bantuan sosial SYL dalam kegiatan politik Partai Nasdem jelang Pemilu Serentak 2024, tidak bisa disangkut pautkan dengan institusi kementerian yang sempat dipimpin kadernya.

"Bahwa ada bantuan yang disampaikan oleh Pak Syahrul dalam kapasitasnya bukan sebagai menteri, dalam kapasitasnya sebagai kader, yang saya ingat itu ketika musim pandemi," demikian Ali menambahkan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya