Berita

Ilustrasi tumpahan Batubara/Ist

Nusantara

Tumpahan Batubara Kembali Cemari Perairan dan Pantai, Pemerintah dan DPR Aceh Dinilai Tidak Serius Lakukan Pencegahan

JUMAT, 13 OKTOBER 2023 | 17:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hampir dua pekan terakhir ini, tumpahan Batubara mencemari perairan dan pantai Gampong Peunaga Rayeuk, Meureubo, Aceh Barat. Namun belum ada upaya penanganan berarti dari pihak-pihak terkait.

“Tumpahan batubara ini bukan kejadian pertama. Menurut catatan Ahan Barsela, peristiwa ini sudah berulang sebanyak tiga kali terjadi sepanjang 2023,” kata Ketua Alam Hutan dan Lingkungan Barat Selatan (Ahan Barsela), Rufa Ali, dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita RMOLAceh, Jumat (13/10).

Melihat kondisi tersebut, Rufa mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh untuk segera menunjukkan sikap serius mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.


Pihaknya juga meminta agar tim Panitia Khusus (Pansus) Perizinan Pertambangan, Minerba dan Energi DPR Aceh segera menginvestigasi pencemaran yang terjadi akibat tumpahan batu bara secara sungguh-sungguh.

“Kami menduga tidak ada keseriusan terhadap pencemaran di ruang laut," kata Rufa Ali.

Menurut Rufa, pencemaran akibat tumpahan batubara tersebut berdampak besar pada biodiversitas di perairan di Meureubo, termasuk di Peunaga Rayeuk yang merupakan rumah bagi terumbu karang, penyu, dan berbagai spesies ikan. Sebab terumbu karang sendiri berperan penting sebagai tempat bagi para organisme laut mencari makan, berlindung, hingga berkembang biak.

"Diperkirakan terumbu karang merupakan rumah bagi 25 persen spesies laut," ujarnya.

Selain itu, terumbu karang menyediakan fungsi alami sebagai pemecah gelombang yang dapat meminimalisir gelombang laut yang besar. Dengan begitu, keberadaan karang laut dapat melindungi kawasan pesisir dari keganasan gelombang laut, yang dapat mengancam keselamatan penduduk yang tinggal dan beraktivitas di pesisir.

Terumbu karang yang sehat merupakan indikator perairan yang sehat yang menjadi tumpuan utama bagi para nelayan. Terumbu karang yang sehat menjadi jaminan bagi penghasilan nelayan, terutama para nelayan adat di kawasan adat Panglima Laot.

"Sebagai informasi, kawasan perairan Meureubo merupakan kawasan konservasi laut (KKL) dan menjadi bagian dari kawasan adat Panglima Laot," ujar Rufa.

Karena itu, menurut Rufa, kerusakan pada terumbu karang akibat tumpahan batu bara di perairan Meureubo merupakan kerugian besar bagi Aceh Barat. Ini merupakan kerusakan alam yang besar karena mengancam kesejahteraan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut.

"Dengan adanya pencemaran ini, nelayan harus berlayar lebih jauh dengan risiko yang lebih tinggi dan ongkos produksi yang lebih tinggi," tutur Rufa.

Rufa menambahkan, bahwa berdasarkan catatan Ahan Bersela, Tim Pansus Perizinan Pertambangan, Minerba dan Energi, DPR Aceh pernah mengadakan penelusuran dalam insiden tumpahan batubara kedua yang terjadi pada April 2023.

"Namun, hasil dari penyelidikan itu tak pernah dipublikasikan kepada publik sampai saat ini," ujar Rufa.

Saat itu, dari pantauan Ahan Bersela, tim pansus yang diketuai Tarmizi SP pernah duduk bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah perusahaan yang diduga sebagai pemilik Batubara.

Nah, dengan adanya kejadian berulang, pihaknya melihat upaya tim Pansus jangan hanya sebatas seremonial belaka, tanpa diikuti ketegasan berupa pelaporan kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau pemberian sanksi.

"Kami berharap DPRA dan pemerintah di segala level lebih serius lagi dalam menindak pelaku pencemaran perairan Meureubo," ujar Rufa.

Sementara itu, Anggota DPR Aceh, Tarmizi SP mengatakan, pihaknya telah meminta Pejabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, untuk melakukan audit investigatif terkait limbah Batubara di Meulaboh. Hal tersebut disampaikan pada saat sidang paripurna DPR Aceh tahun 2023.

“Saya sampaikan dalam sidang paripurna, mereka eksekutif tukang eksekusi. Kita DPR hanya menyampaikan hasil temuan. Tolong tanyakan ke Pak Gubernur,” kata Tarmizi SP saat dihubungi Kantor Berita RMOLAceh melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/10).

Kantor Berita RMOLAceh juga mencoba menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh (DLHKA), A. Hanan, sebagai perwakilan Gubernur Aceh untuk meminta konfirmasi terkait tumpahan Batubara yang terus berulang di Aceh Barat. Akan tetapi hingga berita ini diunggah, Hanan belum menjawab atau memberikan tanggapan terkait konfirmasi tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya