Berita

Menteri Keuangan AS Janet Yellen/Net

Dunia

Gaji Empat Juta PNS AS Terancam Tidak Dibayarkan

SABTU, 30 SEPTEMBER 2023 | 20:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Empat juta pegawai sipil Amerika Serikat (AS) terancam tidak menerima gaji setelah RUU pendanaan sementara ditolak anggota DPR dari Partai Republik.

Dalam sidang legislatif pada Jumat (29/9), hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa DPR belum bisa menyetujui rancangan tersebut karena hasilnya 232 dibanding 198.

Mengutip Reuters, RUU tersebut berisikan rancangan untuk membiayai sementara sejumlah kegiatan pemerintah yang saat ini tengah kekurangan dana.


Jika RUU disahkan, dana itu akan diberikan kepada sejumlah instansi yang terkendala hingga pemerintahan berakhir pada 17 November mendatang.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa penolakan terhadap RUU akan membuat sejumlah instansi pemerintah seperti pengelola taman nasional dan sejumlah lembaga penelitian di AS tutup.

Bahkan, gaji 4 juta pegawai sipil juga akan terlambat dibayarkan karena kekurangan.

"Dampak pada penutupan sejumlah instansi pemerintahan ini dapat merusak kemajuan ekonomi AS," ujarnya.

Penutupan anggaran ini terjadi hanya empat bulan setelah AS mengalami gagal bayar (default) atas utangnya sebesar 31 triliun dolar AS (Rp 480.293 triliun).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya