Berita

Bentrok aparat dan warga di Pulau Rempang, Kepulauan Riau/Net

Publika

Menolak Menjadi Migran

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2023 | 09:22 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

MIGRAN didefinisikan sebagai penduduk yang melakukan perpindahan tempat tinggal melewati batas wilayah kelurahan/desa dalam kurun waktu lima tahun. Kemudian Menteri Investasi/BKPM memberikan istilah bergeser, bukan relokasi.

Masalahnya pemerhati humanisme dalam urusan relokasi penduduk Pulau Rempang, terutama pemukim yang lama, kemudian menggunakan istilah bukan hanya relokasi.

Oposisi memberikan diksi sebagai kegiatan penggusuran paksa, pemaksaan untuk pindah, penjajahan, dan seterusnya untuk mengungkapkan kegiatan rutin serba menolak. Menerima investasi, namun menolak pergeseran.


Dalam istilah kependudukan adalah menolak fenomena keberadaan migran, bahkan menolak menjadi migran seumur hidup. Menolak pindah tempat tinggal. Menolak merantau. Menolak hijrah.

Lebih hebat lagi, pemerhati geopolitik menafsirkan investasi di Rempang sebagai pangkalan negara lain untuk mengamankan jalur sutra.

Badan Pusat Statistik untuk status migrasi seumur hidup di Kepulauan Riau, yang merupakan penduduk migran sebesar 43,4 persen per tahun 2021. Keberadaan para migran di Kepulauan Riau tergolong jauh lebih besar dibandingkan kondisi yang berstatus migran di Indonesia, yang sebesar 11,1 persen. Artinya, penduduk di Kepulauan Riau relatif hampir sama dengan penduduk asal.

Jadi, fenomena migran di Indonesia adalah menetap bukan migran, yaitu 88,9 persen. Implikasinya adalah respons masyarakat yang memilih menetap seumur hidup di Indonesia adalah mayoritas.

Tidak mengherankan, apabila proyek strategis nasional Rempang Eco City menghadapi tantangan penolakan untuk kegiatan migrasi, yang amat sangat luar biasa, sekalipun dari Pulau Rempang ke Rempang lainnya. Pindah desa. Pindah sementara dari Pulau Rempang ke kota besar Batam di pusat kota.

Persoalan terbesarnya adalah mengalami kesulitan merantau lokal. Merantau yang mungkin seumur hidup, dimana sebenarnya untuk kondisi migran di Kepulauan Riau semestinya mempunyai mobilitas perpindahan penduduk, yang jauh lebih tinggi berlipat-lipat dibandingkan karakteristik migran pada umumnya di Indonesia sebagaimana data statistik tersebut di atas.

Ditambahkan informasi bahwa migran netto di Kepulauan Riau sebesar 45,6 persen. Artinya, Kepulauan Riau khususnya Batam menjadi daya tarik migran yang sangat besar untuk masuk ke Kepulauan Riau.

Posisi migran netto di Kepulauan Riau tersebut sudah jauh lebih mencengangkan dibandingkan posisi migran netto di DKI Jakarta, yang sebesar 3,4 persen. Berdasarkan informasi kependudukan ini, masalah urbanisasi masuk ke DKI Jakarta sudah tidak sebesar masalah migran masuk ke Kepulauan Riau.

Mereka yang menjadi migran itu berumur 20-39 tahun dengan proporsi sebanyak 56,7 persen. Pendidikan migran cenderung lebih tinggi dibandingkan nonmigran.

Jadi, tantangan yang dihadapi pemerintah dalam merealisasikan investasi adalah melakukan penyuluhan yang lebih cocok untuk penduduk usia 40 tahun ke atas.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef); Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya