Berita

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Usep Hasan Sadikin/RMOL

Politik

Aturan Keterwakilan Perempuan Tak Kunjung Direvisi, Perludem Duga KPU Diintervensi DPR

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2023 | 16:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap pasif Komisi Pemilihan Umum (KPU) menanggapi putusan Mahkamah Agung, terkait aturan keterwakilan 30 persen perempuan dalam pencalonan anggota legislatif, dinilai sebagai bentuk intervensi politik.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Usep Hasan Sadikin mengatakan, gugatan pihaknya yang diterima MA seharusnya bisa segera diubah KPU.

"Putusan MA sama seperti putusan MK yang sifatnya final dan mengikat. Jadi harus dilaksanakan," ujar Usep kepada wartawan, Kamis (14/9).


Dia menjelaskan, dalam UU Pemilu turut diatur mengenai keharusan penyelenggara mensyaratkan pemenuhan 30 persen keterwakilan bacaleg perempuan.

"Jelas di UU Pemilu, bahwa pencalonan perempuan DPR maupun DPRD itu minimal 30 persen. Ada kata minimal di situnya," sambungnya menegaskan.

Karena itulah Usep memandang keterangan yang disampaikan KPU justru seperti menafikan aturan di dalam UU Pemilu tersebut. Lantaran menerapkan penghitungan pembulatan ke bawah, berbeda dengan Pemilu 2019 yang mempraktikan penghitungan pembulatan ke atas.

"Ini enggak kayak yang rekrutmen anggota penyelenggara, yang kalimatnya memperhatikan. Kalau pencalonan DPR, DPRD, itu kalimatnya adalah minimal 30 persen. Jadi saat dibulatkan ke bawah justru itu melanggar UU," tuturnya.

Usep pun menilai, penerapan skema penghitungan pembulatan ke bawah berpotensi mengurangi jumlah bacaleg perempuan. Karena jika dihitung hasilnya di bawah desimal koma lima, misalkan 1,2 maka bacaleg perempuan yang bisa duduk di parlemen hanya 1 orang.

Oleh karena itu, Usep menyimpulkan metode penghitungan bilangan desimal ke bawah yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10/2023 merupakan produk hukum yang tidak independen, melainkan ada ikut campur pihak di luar KPU.

"Ya ketika Komisi II (DPR RI) bertemu KPU lalu menghasilkan PKPU yang tidak memenuhi pencalonan 30 persen perempuan, itu sudah bentuk dari intervensi, dan KPU sudah terkena intervensi itu," bebernya.

"Jadi, ada kemandirian dan netralitas yang dicederai. Tidak mandiri, karena diintervensi oleh pihak di luar KPU. Tidak netral, karena DPR ada bagian dari fraksi parpol yang mana partai politiknya menjadi peserta pemilu gitu," demikian Usep. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya