Berita

China/Net

Bisnis

Sektor Properti Lesu, Target Pertumbuhan Ekonomi China Turun

SELASA, 12 SEPTEMBER 2023 | 12:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ekonomi negeri tirai bambu diperkirakan akan tumbuh lebih rendah dari proyeksi sebelumnya untuk tahun ini dan tahun depan. Ini cukup dipengaruhi oleh sektor properti yang sedang lesu.

China juga dinilai belum pulih dari pandemi Covid-19, di mana Beijing menerapkan kebijakan Zero Covid sejak awal virus muncul.

Selain sektor properti yang lesu, angka pengangguran kaum muda di China juga meningkat, sementara konsumsi melemah dan swasta enggan untuk berinvestasi.


“Penyebab utamanya adalah sektor properti. Sumber pertumbuhan ini kini telah menguap dan tidak akan kembali lagi,” kata kepala ekonom China di Capital Economics Singapore, Julian Evans-Pritchard, seperti dimuat Reuters.

Jajak pendapat Reuters yang dilakukan pada 4-11 September terhadap 76 analis yang berbasis di dalam dan di luar China daratan, memperkirakan perekonomian akan tumbuh 5,0 persen tahun ini, lebih rendah dari perkiraan survei Juli sebesar 5,5 persen. Perkiraan berkisar antara 4,5-5,5 persen.

"Perlambatan ini mungkin masih akan berlanjut," lanjut Evans-Pritchard.

Meskipun hampir semua ekonom menurunkan perkiraan pertumbuhan mereka untuk tahun ini dan tahun depan dibandingkan dengan survei sebelumnya, besarannya masih kecil, sehingga memberikan ruang untuk penurunan peringkat lebih lanjut.

Beberapa ekonom memperingatkan target pertumbuhan pemerintah sekitar 5 persen untuk tahun ini bisa meleset karena stimulus kebijakan dari Beijing tidak akan cukup untuk menstabilkan perekonomian.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya