Berita

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Selain Airlangga, Yusril juga Bukan Tokoh Sepele untuk Dampingi Prabowo

SABTU, 09 SEPTEMBER 2023 | 09:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Koalisi pendukung bakal calon presiden Prabowo Subianto memiliki segudang tokoh yang pantas dan kapabel menjadi bakal calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

"Kalau dari nama ketua umum partai, semuanya punya peluang (jadi bakal cawapres). Dari Airlangga Hartarto (Ketum Golkar), Ketum PAN (Zulkifli Hasan)," kata pengamat komunikasi politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad, Sabtu (9/9).

Selain itu, ada sosok yang tak bisa dipandang sebelah mata dalam bursa bakal cawapres Prabowo Subianto. Menurut Nyarwi, salah satunya adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.


Yusril memiliki pengalaman panjang dan cakap di dunia perpolitikan Tanah Air. Bahkan sudah lama mengenal birokrasi pemerintahan pada masa rezim orde baru.

"Itu potensial juga. Kita tahu latar belakang dan pengalaman Prof Yusril ini cukup panjang dari era pak Soeharto dulu sebagai (bekerja) di Sekretariat Negara," nilainya.

Kariernya terus berlanjut pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur periode 1999-2001. Saat itu, Yusril menjadi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri periode 2001-2004, Yusril juga diangkat menjadi Menteri Hukum dan HAM. Kemudian pada era Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2007), ia dipilih menjadi Menteri Sekretaris Negara.

"Di kalangan media atau publik, Yusril itu punya kemampuan analisis yang menarik, yang bisa jadi referensi secara politik dan tata negara," tutup Nyarwi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya