Berita

Percontohan desa antikorupsi tahun 2022/Net

Politik

Pengamat: Mboten Ngapusi, Mboten Korupsi Jateng Bukan Sekadar Slogan

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 13:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Slogan "mboten ngapusi, mboten korupsi" yang berarti tidak membohongi, tidak korupsi dinilai cukup efektif dalam upaya Pemprov Jawa Tengah menekan praktik korupsi.

Menurut pengamat politik, Mohammad Riza Widyarsa slogan Pemprov Jawa Tengah itu bisa efektif lantaran dibarengi dengan program desa antikorupsi serta penyuluhan dan pendidikan ke sekolah-sekolah di Jawa Tengah.

“Menurut KemenpanRB, lima tahun berturut-turut (sejak 2018) Jawa Tengah mendapat predikat A pada sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan dari KemenpanRB,” kata Riza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/8).


Ia menilai, pencegahan merupakan upaya harus dilakukan pemerintah, sebagaimana diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Visi antikorupsi Pemprov Jateng di masa pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo juga cukup baik dengan menyasar generasi muda.

"Memberikan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah yang ada di Jawa Tengah itu bagus. Tidak hanya pemberantasannya, tetapi diutamakan pencegahannya. Bagaimana kita bisa menghilangkan korupsi kalau pencegahan tidak dilakukan?” ujarnya.

Melalui pencegahan dini, kata dia, tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan cita-cita sebagai negara bebas korupsi, melainkan turut menjaga generasi muda dalam mengisi Indonesia Emas 2045 mendatang.  

“Kalau sudah sadar dari awal seperti ini, tentunya mereka (generasi muda) akan menjadi pemimpin yang bersih. Ini yang membuat rekam jejak Ganjar terlihat sudah diapresiasi KPK, bahkan KemenpanRB," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya