Berita

Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran/Net

Politik

Terbentuk Atau Tidak, Poros Keempat Tergantung Istana

SABTU, 29 JULI 2023 | 02:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pembentukan poros keempat semakin menguat usai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Namun, menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, poros keempat sulit terwujud meski kursi Golkar jika menggandeng PAN cukup memenuhi presidential threshold.

"Karena poros keempat ini tergantung dari istana," kata Andi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/7).


Di sisi lain, Andi melihat istana sudah memiliki poros yang bakal didukung di gelanggang Pilpres 2024. Sehingga, pembentukan poros keempat hanya akan memecah suara pendukung poros istana.

"Poros keempat ini juga secara elektoral juga tidak elektabel," pungkas analis politik Universitas Nasional itu.

Saat ini poros koalisi yang sudah terbentuk yaitu Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang diinisiasi Nasdem, Demokrat, dan PKS. Lalu Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi PKB dan Gerindra.

Selanjutnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digawangi Golkar, PAN, dan PPP. Sementara PDI Perjuangan yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres, saat ini belum membentuk koalisi secara resmi.

Namun, PPP yang sejauh ini merupakan anggota KIB justru memutuskan mendukung Ganjar. Karena itu, Golkar dan PAN diisukan akan membentuk poros baru yang akan jadi poros keempat dalam Pemilu 2024 nanti.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya