Berita

Tentara Wagner berada di sekitar Presiden Afrika Tengah Faustin-Archange Touadera di Bangui, Republik Afrika Tengah pada Minggu, 16 Juli 2023/Net

Dunia

Wagner Kirim Ratusan Tentara ke Afrika Tengah Jelang Referendum 30 Juli

SELASA, 18 JULI 2023 | 13:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ratusan tentara Wagner telah dikerahkan ke Republik Afrika Tengah untuk menjamin keamanan referendum konstitusi pada 30 Juli mendatang, yang memungkinkan presiden memperpanjang masa jabatannya.

Kabar itu diungkap Community of Officers for International Security (COSI) dalam sebuah pernyataan di Telegram, seperti dimuat African News pada Senin (17/7).

Menurut COSI, pasukan Wagner berpengalaman telah tiba di Afrika Tengah untuk bergabung dan bekerja sama dengan tentara keamanan setempat.


"Pesawat berisi tentara Wagner lain telah tiba di Bangui untuk membantu memperkuat keamanan Afrika Tengah jelang referendum 30 Juli," bunyi pernyataan tersebut.

COSI juga merilis foto yang menunjukkan 30 orang berseragam militer mengenakan masker terlihat mengantre di landasan pacu bandara.

Menurut media Barat, COSI merupakan perusahaan yang mewadahi operasi Wagner di Afrika Tengah. Perusahaan itu dipimpin oleh warga Rusia bernama Alexander Ivanov yang dijatuhi sanksi AS sejak Januari lalu.

Sejak Wagner gagal melancarkan pemberontakan bulan lalu, nasib tentaranya yang tersebar di beberapa negara Afrika seperti Afrika Tengah menjadi tidak pasti.

Banyak rumor yang menyebut personel Wagner telah pergi dari wilayah penugasan mereka, bersamaan dengan pengasingan pemimpin mereka, Yevgeny Prigozhin ke Belarusia.

Tetapi otoritas Afrika Tengah Membantah kabar tersebut. Disebutkan bahwa Wagner yang bertugas di sana tidak pernah pergi ke mana mana sejak kudeta.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya