Berita

Relawan Barisan Rakyat Andika Perkasa Indonesia (Bara API) mendeklarasikan dukungan untuk Andika Perkasa sebagai cawapres 2024/Ist

Politik

Relawan Bara API Deklarasi Andika Perkasa Cawapres 2024

SELASA, 11 JULI 2023 | 22:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bursa calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024 kian beragam dengan kemunculan tokoh-tokoh yang dianggap pantas menjadi pemimpin masa depan.

Terbaru, relawan yang tergabung dalam Barisan Rakyat Andika Perkasa Indonesia (Bara API) mendorong Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa sebagai bakal cawapres 2024.

Ketua Umum Bara API, Adi Kurniawan mengatakan, sosok mantan Panglima TNI tersebut dianggap pantas untuk memimpin Indonesia.


"Kenapa? Ini berkaitan soal geopolitik," kata Adi saat konferensi pers di Jakarta Timur, Selasa (11/7).

berbicara geopolitik, Adi menganggap situasi internasional sedang mengalami gonjang-ganjing dan penuh konflik. Ia mengamini, di luar Andika, ada tokoh militer lain yang masuk dalam deretan bursa capres-cawapres, seperti Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Walaupun menurut hasil survei itu ada Pak Prabowo, ada AHY, tapi menurut kami yang paling layak itu adalah Andika Perkasa," jelasnya.

Berbicara rekam jejak, Andika dianggap berhasil memimpin institusi TNI. Tidak hanya soal keamanan negara, TNI di bawah komando Andika Perkasa juga mampu melakukan banyak pembangunan di era Presiden Joko Widodo.

"Beliau adalah tokoh berprestasi dan tokoh militer yang memiliki segudang penghargaan. Sehingga menurut kami, beliau sangat layak jadi cawapres, bisa dengan mendampingi Ganjar," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya