Berita

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte/Net

Dunia

Gagal Sepakati Pembatasan Migran, Stabilitas Koalisi Belanda Diragukan

JUMAT, 07 JULI 2023 | 19:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Stabilitas koalisi pemerintahan Belanda diragukan setelah partai-partainya gagal menyepakati langkah-langkah untuk membatasi imigrasi.

Partai VVD konservatif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mark Rutte mendorong pembatasan aliran pencari suaka ke Belanda pada Jumat (7/7).

Namun rencana itu justru memecah koalisi pemerintah empat partainya, dimana dua partai junior menolak untuk mendukung proposal pembatasan karena akan mempersulit keluarga pengungsi untuk bersatu kembali.


Dalam konferensi pers setelah rapat, Rutte mengatakan bahwa rancangan pembatasan migran masih dalam proses.

"Kami sedang dalam proses di kabinet, untuk mencapai kesepakatan tentang migrasi. Itu adalah proses langkah demi langkah," jelasnya, seperti dimuat The Star.

Media lokal melaporkan, Rutte bersedia melepas jabatannya jika kesepakatan tentang migran tidak kunjung tercapai.

Permohonan suaka di Belanda melonjak sepertiga tahun lalu menjadi lebih dari 46.000, dan diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 70.000 tahun ini, melampaui rekor tertinggi sebelumnya di tahun 2015.

Lonjakan migran akan membebani fasilitas suaka Belanda, di mana beberapa bulan lalu ratusan pengungsi terpaksa tidur di tempat yang tidak layak dengan dengan sedikit atau tanpa akses ke air minum, fasilitas sanitasi, atau perawatan kesehatan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya