Berita

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Bawaslu RI Lolly Suhenty/Net

Politik

KPU Harus Dengar Kekhawatiran Partai Buruh Soal DPT Luar Negeri

JUMAT, 07 JULI 2023 | 19:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kekhawatiran Partai Buruh tentang masalah data pemilih luar negeri di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) harus didengar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Bawaslu RI Lolly Suhenty bahkan sependapat dengan Partai Buruh yang menyatakan, jumlah pemilih luar negeri seharusnya tidak hanya 1,7 juta dalam DPT Pemilu 2024.

“Kalau kami, begitu ada Partai Buruh yang mempertanyakan kenapa DPT luar negeri kok tiba-tiba menjadi sangat sedikit, faktanya memang (harus dipertanyakan),” ujar Lolly kepada wartawan, Jumat (7/7).


Dia menjelaskan, Bawaslu yang memiliki jajaran panitia pengawas (Panwas) tidak bisa mengawasi secara maksimal pendataan pemilih di luar negeri. Sehingga, apa yang dikeluhkan Partai Buruh memiliki korelasi dengan sulitnya pelaksanaan pengawasan.

“Ketika pengawasan luar negeri dilakukan, sekali lagi Bawaslu kan terbatas akses datanya,” ucap Lolly.

Maka dari itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI ini menilai, DPT luar negeri mesti harus diperbaiki oleh KPU.

“Kalau di luar negeri ya harus ada koordinasi dengan keimigrasian, tidak sekadar dengan Kementerian Luar Negeri, tapi juga dengan banyak pihak,” demikian Lolly menambahkan.

Mengenai data pemilih luar negeri bermasalah, Presiden Partai Buruh Said Iqbal sempat mengurai bahwa daftar pemilih tetap (DPT) di luar negeri yang diumumkan KPU, Minggu (2/7), agak aneh dan berpotensi curang.

Dia membandingkan dengan data yang dirilis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pada awal Juni lalu. Disebutkan bahwa ada 4,3 juta buruh migran yang bekerja di luar negeri.

Sementara data Bank Dunia menyebutkan, buruh migran Indonesia di luar negeri ada sebanyak 9 juta.

“Ada selisih sekitar 4,7 juta orang dari data BP2MI, yang kemudian mengatakan itu adalah buruh migran illegal,” ucapnya dalam keterangan tertulis pada Senin (3/7).

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya