Berita

Peta yang ditampilkan di film "Barbie"/Net

Dunia

Vietnam Larang Film Barbie karena Peta Laut China Selatan, Warner Bros: Itu Cuma Gambar Krayon

JUMAT, 07 JULI 2023 | 10:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rumah produksi Warner Bros menyangkal bahwa peta Laut China Selatan yang ditampilkan dalam film "Barbie" menunjukkan klaim China lewat sembilan garis putus-putus.

Alih-alih, Warner Bros menyebut peta tersebut sekadar gambar coretan anak kecil dan tidak berbahaya.

"Peta di Barbie Land adalah gambar krayon yang acak dari anak-anak. Doodle menggambarkan perjalanan khayalan Barbie dari Barbie Land ke dunia nyata. Itu tidak dimaksudkan untuk membuat klaim apa pun," begitu pernyataan dari Warner Bros pada Kamis (6/7), seperti dimuat Reuters.


Peta tersebut menjadi kontroversi usai Vietnam menyebutnya telah menampilkan klaim China dan larang tayang film Barbie.

Pada awalnya, Barbie dijadwalkan tayang di Vietnam pada 21 Juli, tanggal yang sama dengan di Amerika Serikat (AS).

Pihak berwenang Vietnam keberatan dengan pemandangan yang menunjukkan peta yang mencakup apa yang disebut garis sembilan putus, garis berbentuk U digunakan pada peta China untuk mengilustrasikan klaim China atas wilayah yang luas di Laut China Selatan. Klaim termasuk wilayah yang dianggap Vietnam sebagai landas kontinennya, di mana Vietnam telah memberikan konsesi minyak.

"Barbie" adalah film terbaru yang dilarang di Vietnam karena menggambarkan sembilan garis putus-putus China, yang ditolak dalam keputusan arbitrase internasional oleh pengadilan di Den Haag pada tahun 2016.

Minggu ini, Vietnam juga membuka penyelidikan terhadap situs web penyelenggara tur grup K-pop Blackpink, menjelang konser grup tersebut di Hanoi, atas kritik dari para penggemar yang menunjukkan peta Laut China Selatan dengan batas-batas yang disengketakan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya