Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Golkar Tentukan Sikap Sebelum 17 Agustus, Pengamat Prediksi Bakal Ada Poros Baru

KAMIS, 06 JULI 2023 | 12:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap politik Partai Golkar yang akan diumumkan sebelum 17 Agustus 2023 menjadi diskursus hangat. Sebagian kalangan, menganggap sikap Golkar berkaitan dengan wacana pembentukan koalisi besar.

Pasalnya, Golkar yang hingga kini masih berkoalisi dengan PAN dan PPP di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) itu juga akan mengupayakan terbentuknya Koalisi Besar bersama partai-partai pendukung pemerintahan Joko Widodo.

Analis politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago berpandangan bahwa partai yang dinakhodai Airlangga Hartarto itu akan membentuk poros baru pada Pilpres 2024. Sehingga, masih terbuka kemungkinan Partai Golkar akan menggandeng partai-partai lain untuk membentuk koalisi.


“Sebagai partai besar, ada peluang untuk Airlangga maupun Golkar membuat poros baru dengan menawarkan cawapres ke partai hal lain,” kata Arifki kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (6/7).

Namun begitu, kata Arifki, Airlangga juga diyakini telah mempertimbangkan peluang bergabung dengan poros bakal capres Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Prabowo Subianto maupun poros bakal capres PDIP Ganjar Pranowo sebagai bakal cawapres.

“Tapi tentu dia akan membuat narasi berbeda ketika misalnya tidak ada ketentuan yang menguntungkan bagi Golkar maupun Airlangga menjadi cawapres, apalagi pertarungan untuk menjadi cawapresnya Ganjar maupun Prabowo juga masih sengit,” tuturnya.

Atas dasar itu, Arifki menilai Golkar akan lebih berpeluang membentuk poros baru saat mengumumkan sikap politiknya sebelum 17 Agustus 2023 nanti.

“Maka masih wajar karena sebagai partai besar punya peluang untuk Airlangga maupun Golkar untuk membuat poros baru,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya