Berita

Erick Thohir dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Orang Dekat Jokowi, Erick Thohir Sosok Paling Mungkin jadi Cawapres Prabowo Subianto

KAMIS, 22 JUNI 2023 | 04:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menghadapi pertarungan pemilihan presiden (Pilpres), sosok Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dipandang sulit dipaksakan untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya elektabilitas pria yang karib disapa Cak Imin itu.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/6) merespons dinamika perkawinan koalisi PKB dan Gerindra.

Menurut Andi, yang paling mungkin mendampingi Prabowo Subianto adalah Erick Tohir yang masuk tertinggi elektabilitasnya sebagai cawapres. Selain itu, Menteri BUMN itu adalah salah satu orang yang dekat Jokowi.


Di sisi lain, secara simetris  Prabowo juga punya kedekatan khusus dengan Jokowi, maka variabel Jokowi harus diperhitungkan dalam analisis posisi dan peran.

Pandangan Direktur Lanskap Politik Indonesia (LPI) ini, posisi Cak Imin untuk mundur dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) nampaknya sulit karena Cak Imin memiliki resistensi dengan koalisi perubahan maupun koalisi Ganjar.

"Sehingga demikian Cak Imin dan PKB-nya paling mungkin tetap bertahan di KKIR," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya