Berita

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Gatot Nurmantyo: Jika Dulu Dibanggakan, TNI Kini Seperti Dimarginalkan

RABU, 21 JUNI 2023 | 20:57 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kondisi Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini, berbeda dengan era masa lalu. Jika dulu TNI sangat dibanggakan rakyat karena sikap kemanunggalan, namun saat ini justru sebaliknya.

Begitu pandangan yang diutarakan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam Orasi Kebangsaan Gatot Nurmantyo dan Tokoh Indonesia, di Al Jazeerah Function Hall, Jakarta Timur, Rabu (21/6).

"Kalau kita lihat sekarang keberadaan TNI ini sangat jauh beda dengan masa perjuangan dulu. Kalau kita kihat sekarang ini kasihan, TNI seperti dimarginalkan, dikebiri atau seperti dikerdilkan," kata Gatot.


Menurut Gatot, kemanunggalan TNI saat ini sama sekali tidak terlihat. Mirisnya, Gatot mengklaim TNI diduga sudah menjadi alat bagi rezim ini untuk mengintimidasi rakyat.

Hal ini ditengarai masih banyaknya persoalan dasar masyarakat yang terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya terkait kemiskinan.

"Padahal, semestinya di manapun dan kapanpun TNI sejatinya harus tetap eksis dalam mengawal atau menolak berbagai bentuk penindasan dan kezoliman yang dilakukan siapapun juga," kata Gatot.

Meski dalam keadaan seperti ini, Gatot menilai dari sisi loyalitas seluruh prajurit TNI tak perlu diragukan kembali. Di mana kesetiaan terhadap presiden dan negara menjadi hal yang paling utama.

"Perlu diketahui semua lapisan masyarakat, TNI harus tetap setia, taat, dan patuh terhadap pimpinan termasuk kepada presiden yang konsisten dalam melaksanakan visi misi negara yang sudah terkandung dalam konstitusi," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya