Berita

(Kiri) Presiden Kolombia Gustavo Petro. dan (kanan) Komandan Pertama Gerilya ELN Antonio Garcia saat berjabat tangan di tengah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di Havana, pada 9 Juni 2023/CNN

Dunia

Pemerintah Kolombia dan Kelompok Gerilya ELN Sepakati Gencatan Senjata Selama Enam Bulan

SABTU, 10 JUNI 2023 | 11:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi, pemerintah Kolombia dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) akhirnya mencapai kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata bilateral selama enam bulan.

Perjanjian ini diratifikasi dalam sebuah upacara di Havana yang dipimpin oleh Presiden Kolombia Gustavo Petro, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, dan kepala komandan kelompok geriya ELN yang dikenal dengan nama samaran Antonio GarcĂ­a, pada Jumat (9/6).

Negosiasi damai ini dikabarkan telah didukung oleh beberapa penjamin, seperti  Kuba, Meksiko, Norwegia, dan Venezuela, serta dukungan dari PBB dan gereja Katolik Kolombia, untuk menyelesaikan konflik kekerasan di negara itu.


"Pemerintah Kolombia dan ELN telah terlibat dalam perundingan damai sejak tahun 2012, tetapi gencatan senjata selama enam bulan yang disepakati hari ini merupakan kesepakatan terlama sejak kelompok gerilya ini didirikan pada tahun 1963," kata kepala negosiator ELN, Pablo Beltran.

Mengutip CNN, pada Sabtu (10/6), pemerintah Kolombia sejauh ini telah berupaya untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan ELN melalui beberapa perundingan damai sejak  2012, termasuk gencatan senjata sementara.

Namun, terdapat banyak kendala dalam proses perundingan tersebut yang terjadi karena insiden kekerasan, serangan terhadap pasukan keamanan, dan perbedaan dalam pandangan politik dan ideologi antara pemerintah dan ELN yang terus menghambat kemajuan menuju perdamaian panjang.

Seperti pada Januari 2019 silam, Presiden Kolombia saat itu, Ivan Duque, sempat menangguhkan perundingan damai setelah ELN melakukan serangannya di Bogota yang menewaskan 22 kadet polisi di akademi polisi nasional.

Gencatan senjata yang akan dimulai pada Agustus 2023 mendatang ini disebut merupakan salah satu langkah baik menuju kemajuan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di Kolombia, dan mengakhiri eskalasi kekerasan di negara itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya