Berita

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rifan, saat membuka acara Rilis Survei bertajuk “Preferensi Suara NU dan Peta Elektoral Pilpres 2024 di Provinsi Jawa Timur”, di Sofyan Hotel, Cikini, Jakarta Pusat/RMOL

Politik

Ali Rifan: Tiga Kandidat Capres Potensial, Belum Mumpuni di Kalangan NU dan Jatim

SELASA, 06 JUNI 2023 | 15:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang tiga kandidat calon presiden (capres) yang mengemuka di publik masih kemungkinan berubah, karena lumbung suara terbanyak kedua tidak dikuasai mereka.

Hal tersebut disampaikan Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rifan, saat membuka acara Rilis Survei bertajuk “Preferensi Suara NU dan Peta Elektoral Pilpres 2024 di Provinsi Jawa Timur”, di Sofyan Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/6).

Dia menjelaskan, secara demografi dan kuantitatif Jatim adalah lumbung suara terbanyak kedua setelah Jawa Barat.


“Oleh karena itu strategis, karena bisa mendapat 1/3 pemenangan,” ujar Ali.

Namun, dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu mendapati, potensi suara wilayah Jatim yang diikuti dominasi kelompok Nahdlatul Ulama (NU), belum dikuasai 3 kandidat capres mengemuka.

Ketiga kandidat capres yang dia maksud, di antaranya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; dan politisi PDIP Ganjar Pranowo.

“Dari 3 capres itu, tidak ada yang unggul dominan di Jatim,” kata Ali Rifan mengutip hasil survei Arus Survei Indonesia sebelumnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan potensi lumbung suara terbanyak yang dimiliki ketiga kandidat capres itu.

Tapi, dalam pemaparannya Ali tidak menemukan potensi lumbung suara ketiga kandidat capres itu berada di wilayah Jatim dan kalangan NU.

“Prabowo paling banyak di Jabar, Ganjar di Jateng, Anies di Jabar dan DKI (Jakarta) malah. Dan temuan kita, antara Prabowo dan Ganjar sama. Itulah yang membuat Jatim adalah kunci,” demikian Ali menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya