Berita

ASEAN BAC dan JETRO saat tandatangani MoU aksi perubahan iklim/Ist

Politik

Capai Target Aksi Perubahan Iklim, ASEAN BAC dan JETRO Sepakat Teken Kerjasama

SENIN, 05 JUNI 2023 | 20:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Untuk mencapai target aksi perubahan iklim, ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) dan JETRO (Japan External Trade Organization) melakukan penandatangan MoU.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) yang juga adalah Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dengan Mr. Ishiguro Norihiko, Chairman  di Tokyo, dalam rangkaian Pembukaan ASEAN Japan Business Week 2023 (AJBW 2023),  Senin (5/6).

Penanggung jawab ASEAN Net Zero Hub, Muhammad Yusrizki menjelaskan sebagai salah satu legacy program ASEAN BAC di tahun 2023,  MoU digagas oleh ASEAN BAC yang saat ini Indonesia dipercaya memegang sebagai ketua.


"MoU dimaksud untuk percepat proses transisi perusahaan-perusahaan di ASEAN untuk membantu perusahan Jepang dalam mencapai target-target aksi perubahan iklimnya ," kata Yusrizki.

Yusrizki menerangkan, Jepang merupakan mitra bisnis dan ekonomi utama bagi kawasan ASEAN, khususnya Indonesia. Dijelaskan Yusrizki, perubahan iklim sudah menjadi tantangan global. Maka, tidak luput dari perhatian Jepang dan ASEAN dalam membangun kolaborasi menuju kawasan ASEAN yang rendah karbon.

“Keberlanjutan dan Net Zero adalah satu-satu nya jalan bagi ASEAN untuk tetap tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi ke depan di tengah-tengah disrupsi ekonomi akibat dari Perubahan Iklim," tukas Yusrizki.

Lebih lanjut Yusrizki menjelaskan bahwa semua negara di ASEAN harus berkolaborasi untuk membangun Ekosistem Net Zero Emission (NZE) di kawasan ini untuk dapat membuat semua perusahaan di ASEAN memulai perjalanannya menjadi Perusahan Net Zero.

"Inilah arti penting pembentukan ASEAN Net Zero Hub (NZH)," sambung Yusrizki.

Menyoal MoU antara ASEAN BAC dan JETRO,  Yusrizki meyakinkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menyangkut kerjasama dalam membuat pusat pengetahuan untuk perusahaan-perusahaan ASEAN.

Kata Yusrizki, kerjasama akan melakukan langkah konkret di dalam proses dekarbonisasi industri, khususnya dengan memberikan asistensi pada perusahaan-perusahan. Perusahaan itu diminta membuat rencana transisi yang kredibel dan pengenalan pada teknologi rendah karbon seperti efisiensi energi dan energi baru terbarukan (EBT).

Kedua institusi, tambah Yusrizki, bersepakat mengembangkan riset dan pengembangan jaringan serta ‘business matching’ antara perusahaan Jepang dan perusahaan setiap negara ASEAN.

Masih dengan semangat tema “ASEAN Matter: Epicentrum of Growth”, kehadiran MoU ini diharapkan bisa diikuti oleh negara-negara partner ASEAN lainnya seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, China dan lain-lain.

Yusriski berharap, dengan langkah itu ASEAN akan tetap menjadi pusat pertumbuhan dunia di tengah-tengah dinamika perubahan iklim yang juga direspons oleh dunia bisnis.

Tanpa adanya kawasan ASEAN yang ‘climate resilience’, Yusrizki berpendapat cita-cita ASEAN untuk menjadi “Epicentrum of Growth”  akan sulit terwujud. Sebab, banyak negara dan kawasan ekonomi di dunia sudah lebih dahulu bergerak ke arah itu.

Yusriski mencontohkan, Uni Eropa dengan kebijakan perdagangannya yang disebut “Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM)” cepat akan lambat memberikan dampak signifikan pada ekspor kawasan ASEAN ke Uni Eropa.

“Kalo kita masih mau lihat ASEAN tetap melakukan perdagangan dengan kawasan atau negara-negara partner nya di masa depan, maka pelaku usaha di ASEAN harus bergerak ke arah yang sama, yaitu Net Zero Emission,” tegas Yusrizki.

Lebih jauh Yusrizki berpendapat, negara dan kawasan ekonomi yang menerapkan kebijakan perdagangan yang rendah karbon seharusnya tidak hanya menetapkan pembatasan jumlah emisi pada setiap produk atau jasa yang masuk atau mereka impor.

Jelas Yusriski, perlu berkolaborasi dengan ASEAN untuk membentuk renncana transisi menuju Net Zero dan juga ekosistem pendukungnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya