Berita

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Presiden Belarusia Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Putin

SENIN, 29 MEI 2023 | 16:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dikabarkan dilarikan ke rumah sakit dan sedang berada dalam kondisi kritis.

Hal tersebut dikatakan oleh pemimpin oposisi Belarusia, Valery Tsepkalo. Ia menyebut presiden Lukashenko berada dalam perawatan medis di Moskow.

"Menurut informasi awal, untuk konfirmasi lebih lanjut, Lukashenko segera dipindahkan ke Rumah Sakit Klinik Pusat Moskow setelah pertemuan tertutupnya dengan Putin. Saat ini, dia masih dalam perawatan medis di sana," ujarnya.


Seperti dimuat One India pada Senin (29/5), prosedur pemurnian darah dikabarkan telah dilakukan. Namun sampai saat ini pemimpin Belarusia itu belum dapat dipindahkan ke negaranya, karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Segala upaya telah diatur di bawah perawatan spesialis terkemuka di Rusia untuk menyelamatkan Lukashenko.

"Upaya yang diatur untuk menyelamatkan diktator Belarusia bertujuan untuk menghilangkan spekulasi mengenai dugaan keterlibatan Kremlin dalam peracunannya," tambah Valery.

Baru-baru ini ada rumor seputar kesehatan Lukashenko yang dikabarkan terus memburuk. Awal bulan ini, Lukashenko secara tiba-tiba meninggalkan Rusia setelah Parade Hari Kemenangan di Moskow, dan melewatkan makan siang dengan Putin.

Ia terlihat tampak sangat lelah dan tangan kanannya dibalut perban, yang memicu munculnya spekulasi tentang kesehatan pemimpin diktator yang berusia 68 tahun tersebut. Namun, Lukashenko menepis desas-desus tersebut, dengan mengatakan dia tidak akan mati.

Menurut penjelasannya, ia hanya menderita adenovirus atau flu biasa dan akan segera sembuh.

"Saya tidak berencana untuk mati, teman-teman. Kalian akan menyiksa diri kalian sendiri dengan saya untuk waktu yang sangat lama," ujar sang diktator.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya