Berita

Penulis adalah peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng/Net

Publika

Tahun Berburu Uang Melalui IPO

MINGGU, 28 MEI 2023 | 11:39 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

TAHUN 2023 akan menjadi tahun berburu uang gede. Rupanya krisis Amerika Serikat akan membuat dolar kabur dari sana. Dolar mencari tempat untuk parkir, salah satunya adalah parkir membeli saham perusahaan Indonesia. Mantap.

Tahun 2023 akan menjadi tahun penawaran umum perdana (IPO) badan usaha milik negara akan terus berlanjut. Sebuah sumber menyebut dua di antaranya adalah PT yang Pertamina Hulu Energi dan PalmCo.

IPO perkebunan kelapa sawit yang menggandeng PalmCa, rencananya akan dilakukan pada September 2023. Saat ini, rencana konsolidasi adalah membagi dan menggabungkan aset dan liabilitas PTPN III (Persero) ke beberapa anak perusahaannya, yang ditargetkan selesai pada September 2023.


Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury mengatakan PTPN saat ini sedang fokus pada proses merger hingga Agustus 2023. Proses IPO PalmCo direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September 2023.

Selain itu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI, dan XIII akan bergabung dengan PTPN IV, yang akan dikenal sebagai PalmCo Subholding.

Kemudian, transaksi kedua PTPN IV akan menerima penggabungan beberapa anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara lainnya. Entitas akan fokus mengelola perkebunan selain kelapa sawit dan menginkubasi bisnis baru, seperti manajemen aset dan industri hijau.

Penggabungan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui produksi biofuel, yang akan mengurangi impor energi dan dekarbonisasi.

PTPN III (Persero) membidik IPO PalmCo mengumpulkan dana hingga Rp 8 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan nilai tambah aset perkebunan PTPN.

PTPN III juga akan menggunakan dana hasil IPO untuk mengoptimalkan margin EBITDA, meningkatkan ekuitas perusahaan melalui pertumbuhan profitabilitas, meningkatkan investasi, dan mengurangi utang.

Jumlah Jumbo

Ukuran IPO pun adalah kategori ukuran jumbo. Sebagai contoh IPO anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), semakin dekat. IPO tersebut disebut-sebut sebagai IPO dengan nilai emisi terbesar di Indonesia, mengalahkan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Direktur Pasar Modal Investment Banking BRI Danareksa Sekuritas Kevin Praharyawan mengatakan, transaksi IPO PHE menjadi yang terbesar di Indonesia.

Lagi lagi sepanjang tahun 2023, nilai IPO terbesar dipegang oleh entitas Harita Nickel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang melakukan IPO sebesar Rp 9,99 triliun.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mendorong BUMN energi untuk melakukan IPO, termasuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan IPO PHE akan diajukan ke bursa secara bertahap.

Berebut Uang Dengan Swasta

Selain entitas BUMN, perusahaan perumahan milik Raam Punjabi, PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), akan segera dicatatkan di BEI. Multivision Plus saat ini melakukan IPO sekitar Rp 224 hingga 250 per saham.

Komisaris Utama Multivision Plus Raam Punjabi mengatakan prospek industri perfilman di Indonesia masih cerah. Setelah resmi go public, ia yakin Multivision Plus akan mampu bersaing di industri film dan bioskop dalam dan luar negeri.

“Saya melihat prospek industri hiburan ke depan sangat meyakinkan, terutama industri film,” ujarnya, Rabu (12/4).

Multivision akan melepas 929,2 juta saham atau 15 persen dari modal ditempatkan yang akan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 60 per saham. Sehingga, perseroan berpotensi menghimpun dana dari IPO senilai Rp 232,3 miliar.

Direktur Tripar Multivision Plus Amit Ramesh Jethani mengungkapkan perusahaan akan meningkatkan akuisisi dan distribusi konten di Indonesia dan negara lain untuk mendongkrak kinerja mereka di tahun 2023. Siapa cepat dia dapat, siapa berburu dia memakan.

Setelah IPO, kapitalisasi aset yang makin besar akan jadi dasar untuk mengambil utang di pasar komersial melalui penernitan global bond. Itu semua sudah dilakukan oleh semua BUMN yang IPO terlebih dahulu. Nah sekarang tinggal tugas Erick Thohir untuk membuat neraca BUMN yang isinya aset, dan utang perusahaan, sudah berapa?

Penulis adalah peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya