Berita

Timnas Indonesia U-22 merayakan atas peraihan medali emas SEA Games di Kamboja/Net

Dahlan Iskan

Bibir Bengkak

KAMIS, 18 MEI 2023 | 05:20 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PUN SAYA. Terkecoh. Begitu pelatih dan ofisial tim nasional Indonesia berselebrasi ke tengah lapangan saya pun meninggalkan TV. Lega. Sepak bola Indonesia kali ini menang. Dengan skor 2-1. Lawannya ''musuh bebuyutan'' pula: Thailand.

Saya langsung menyaut kunci mobil. Pergi. Ada janji rapat pukul 22.00. Tinggal punya waktu 15 menit di perjalanan. Tapi hati senang: Indonesia juara SEA Games di Kamboja 2023.

"Radio ini gimana sih. Kok masih menyiarkan jalannya pertandingan," ujar saya dalam hati. "Radio ini telat sekali," kata saya lagi.


"Skor masih tetap 2-2," ujar sang penyiar kemudian.

Saya benar-benar bingung dengan radio di mobil ini. "Apalah ini siaran ulang pertandingan tahun nan lalu?" kata saya lagi.

"Babak kedua berakhir, skor masih 2-2".

"Ini apa lagi..." kata saya.

Lalu terjadilah gol. Indonesia menang 3-2. Karena Indonesia di posisi menang maka saya mulai mengakui: mungkin ini memang perpanjangan.

Tapi kenapa ada perpanjangan? Apa yang terjadi? Penyiar radio tidak menjelaskan. Otak saya terbagi dua: ke jalan raya dan ke sepak bola. Saya begitu sulit memahami apa yang terjadi.

Kalau pun perpanjangan, kapan Thailand memasukkan gol. Kan tidak mungkin dalam waktu sekian detik terjadi gol.

Bukankah ?"kalau pun tadi itu pertandingan sebenarnya belum selesai?" gak masuk akal bisa terjadi gol balasan dari Thailand. Kan waktu tinggal 30 detik. Masak sih kemenangan Indonesia hangus dalam 30 detik?

Pukul 22.00 persis saya tiba di tempat rapat. Peserta rapat masih di depan TV: nonton bola. Saya pun tertegun: benar-benar ada perpanjangan. Indonesia dalam posisi unggul 3-2.

Maka saya sibuk mengusut perkara: apa yang terjadi sehingga ada perpanjangan. Tiga orang berebut menjelaskan. "Ofisial tim Indonesia salah sangka. Bunyi peluit dari wasit Oman itu bukan tanda pertandingan sudah selesai," ujarnya.

Memang, saat peluit itu berbunyi waktu sudah menunjukkan menit ke-8 dari perpanjangan 7 menit. Sudah lebih 1 menit dari waktu perpanjangan. Maka logis saja kalau pelatih kita, Indra Sjafri, mengira itu bunyi peluit pertandingan berakhir. Apalagi bersamaan dengan bunyi peluit itu wasit menudingkan tangannya ke arah tengah lapangan. Begitulah cara wasit mengakhiri pertandingan.

Ternyata bunyi peluit itu sebagai tanda ada pelanggaran. Posisi terjadinya pelanggaran di tengah lapangan. Maka wasit menudingkan tangan ke tengah lapangan.

Sebenarnya ketika peluit dibunyikan tidak sedang ada pelanggaran. Bola sedang keluar lapangan tersenggol pemain Indonesia.

Pelanggarannya terjadi sebelum itu. Wasit tidak membunyikan peluit karena prinsip advantage: bola lagi dikuasai pemain Thailand. Wasit harus membiarkan dulu bola itu milik Thailand.

Sampai terjadilah bola keluar lapangan. Wasit membunyikan peluit dan menunjuk arah tengah lapangan ?"untuk pelanggaran yang sebelumnya.

Dari rekaman terlihat pelatih kita yang pertama kali lari gembira ke tengah lapangan. Sambil tangannya mengepal ke udara. Ofisial lain mengikuti lari ke tengah lapangan. Pemain pun ikut selebrasi. Ada yang bersujud. Ada pula yang sampai melepaskan baju kaus.

Rupanya dalam suasana lagi merayakan kemenangan itu pemain Indonesia tidak menyangka Thailand langsung meneruskan pertandingan. Lalu, dalam sekejap, bikin gol:2-2.

Berhasil menyamakan kedudukan di detik terakhir, tim Thailand merayakannya dengan luar biasa. Mungkin sekalian untuk mengejek Indonesia yang keburu merayakan kemenangan. Tim Thailand sampai lari ke depan lokasi tim Indonesia.

Perpanjangan pun harus dilakukan: 2 x 15 menit.

Sudah banyak yang khawatir: ini pertanda-pertanda Indonesia akan kalah. Menang 2-0 yang bisa disamakan menjadi 2-2 menimbulkan suasana depresi berat. Tapi tidak bagi para pemain muda Indonesia. Mereka justru seperti lebih bersemangat dibanding 2x45 menit waktu normal.

Irfan Jauhari pun mencetak gol ke-3 dengan cantiknya. Ganti tim Indonesia merayakan gol itu secara luar biasa pula. Sampai ke depan lokasi tim Thailand. Maka terjadilah apa yang harusnya tidak terjadi: saling serang.

Manajer tim Indonesia Kombes Pol Sumardji ingin melerai keributan itu. Ia lari ke arah keributan. Mungkin pihak Thailand mengira ia akan ikut keributan. Sumardji terjengkang. Anda sudah tahu adegan ini. Saya menontonnya di YouTube berkali-kali.

Sumardji pernah menjadi Dirlantas Polda Bengkulu. Ia arek Suroboyo yang Anda sudah tahu: kalau bicara ceplas ceplos. Banyak humornya. Tapi adegan di Olympic Stadium Phnom Phenh itu bukan humor. "Sudah tidak apa-apa. Hanya bibir yang masih agak bengkak," ujar Sumardji kepada temannya.

Kesalahan Indra Sjafri dan bengkaknya bibir Sumardji adalah bumbu dari kisah sukses timnas U-23 Indonesia. Seharusnya juara di cabang sepak bola dinilai dengan 11 medali emas. Kalau itu diberlakukan, Indonesia sudah di peringkat kedua klasemen medali  SEA Games 2023.

Pun dengan Indonesia di nomor urut 3 perolehan medali rasanya sudah ibarat nomor satu. Apalagi target perolehan medali Indonesia sudah di atas target Presiden Jokowi?" meski Vietnam dan Thailand juga jauh di atas target pemerintah mereka.

Akhirnya rapat kami pun baru bisa dimulai pukul 23.00. Begitu asyik membicarakan kemenangan. Apalagi kemenangan yang disertai drama sambung-menyambung.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya