Berita

Pelaku penembakan kantor MUI/Net

Politik

Ungkap Motif, PKS Minta Polisi Cari Tahu Asal Duit di Rekening Penembak Kantor MUI

JUMAT, 05 MEI 2023 | 21:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Aparat kepolisian diminta untuk menelusuri secara mendalam dari mana datangnya uang ratusan juta yang masuk ke rekening penembak kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil berpendapat, jika polisi ada kemauan untuk melacak rekening gendut penembak kantor MUI Pusat, maka bisa dilihat motivasi pelaku melakukan penembakan tersebut.

“Tapi kalau polisi mau bisa saja untuk melacak siapa yang mengirimkan dana itu ke rekening pelaku yang tewas itu. Kalau polisi memang mau melakukannya,” kata Nasir Djamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/5).


Legislator dari Fraksi PKS ini menambahkan dari sisi penegakan hukum, pelaku yang sudah tewas, akan sulit untuk menelusuri motivasi maupun adanya rekening gendut pelaku.

“Penegakan hukum kita sangat formalitas sangat egalitas, sehingga pasti polisi tidak akan melakukan itu, karena pelakunya sudah tewas.  Tapi, biasanya kasus pidana itu ditutup kalau pelakunya tewas,” katanya.

Namun, kata Nasir, akan lain ceritanya jika aparat penegak hukum ingin mencari tahu secara mendalam soal rekening ratusan juta milik pelaku tersebut agar dapat diketahui apakah ada yang membiayai upaya teror yang dilakukannya atau tidak.

“Kalau polisi mau dalam rangka mencari tahu siapa sebenarnya laki-laki ini dari mana uang yang ada di rekening dia paling tidak kan sudah bisa terbaca. Jadi itu tergantung kemauan polisi, ada enggak political will daripada pihak kepolisian untuk mencari tahu, dari mana uang yang ada di rekeningnya sehingga kemudian kita tahu juga motifnya apa,” demikian Nasir Djamil.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya