Berita

para ketum parpol yang dikumpulkan Jokowi di Istana Negara/Net

Politik

Jokowi Kumpulkan 6 Ketum Parpol di Istana, Begini Kemungkinan Skenarionya

JUMAT, 05 MEI 2023 | 21:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tindakan Presiden Joko Widodo mengumpulkan 6 ketua umum (ketum) partai politik (parpol) koalisi pemerintahan, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (2/5), dinilai sebagai bagian mendesain Pilpres 2024 hanya diikuti satu atau dua pasangan calon (paslon).

Hal tersebut dianalisa Direktur Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/5).

"Ada dua grand design dari Istana (Jokowi). Pertama, mewujudkan koalisi besar dengan satu paslon tunggal pendukung keberlanjutan pemerintah," ujar Igor.


Dalam skenario pertama, Igor menduga, paslon yang akan didukung Presiden Joko Widodo berasal dari parpol yang berkoalisi dengan pemerintahan saat ini, yakni dari PDI Perjuangan ataupun Partai Gerindra.

"Yaitu Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra) dengan Ganjar Pranowo (figur yang diusung PDIP sebagai capres). Atau sebaliknya, pasangan Ganjar-Prabowo," tuturnya.

Untuk skenario paslon tunggal, Igor mengamati perkembangan politik saat ini, Jokowi juga sedang memecah belah barisan koalisi yang sudah terbentuk, yaitu Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra dan PKB, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi oleh Golkar, PPP dan PAN, dan Koalisi Perubahan yang diisi oleh Nasdem, Demokrat, dan PKS.

Pola perpecahan yang didesain Jokowi, menurut Igor, yang pertama ditunjukkan dengan mendukung pencapresan Ganjar Pranowo, dengan hadir dalam pengumuman capres PDIP, di Batutulis, Bogor, Jawa Barat, pada h-1 lebaran Idulfitri 1444 hijriah, Jumat (21/4).

"Imbasnya, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) saat ini juga potensi bubar pasca PPP yang bergabung dengan PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo," katanya.

Karena sikap PPP itu, Igor memprediksi PAN juga akan bergabung mendukung Ganjar. Sementara, Golkar kemungkinan akan sendiri di dalam KIB.

"Otomatis Golkar pun berpeluang besar untuk bergabung kepada KKIR yang mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024," sambungnya berpendapat.

Akibat masuknya Golkar dalam Koalisi Gerindra, menurut Igor, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), kemungkinan tidak akan menjadi cawapres Prabowo, karena akan tergantikan dengan Airlangga Hartarto.

Sementara untuk memecah Koalisi Perubahan, Igor melihat ada pola yang dimainkan Jokowi melalui Cak Imin dan Airlangga, dengan menyambangi kediaman Presiden ke-enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan bertemu Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY), di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada awal Mei ini.

"Begitu juga dengan Partai Demokrat (ada kemungkinan bergabung dengan barisan Koalisi Gerindra mendukung pencapresan Prabowo) yang saat ini juga didekati oleh Golkar dan PKB," urainya.

Selain itu, Jokowi juga tengah menekan Nasdem yang menjadi partai pengusung utama Anies Baswedan sebagai capres Koalisi Perubahan. Cara yang paling nampak menurut dia, adalah mengungkap dugaan kasus korupsi di Kementerian Komunikasi dah Informatika (Kominfo).

Karena itu, Igor menyimpulkan adanya desain Pilpres dengan hanya dua pasangan yang dibuat Jokowi, agar Pilpres 2024 hanya diikuti oleh para kontestan yang berasal dari rezimnya saja.

"Maka, rancangan berikutnya adalah Anies akan gagal maju di Pilpres 2024, sekaligus mewujudkan pertarungan all supporter Jokowi, yaitu antara Prabowo vs Ganjar dengan masing-masing cawapres pasangannya," demikian Igor menambahkan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya