Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Malaysia Izinkan Siswa Tak Pakai Seragam

JUMAT, 05 MEI 2023 | 12:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Cuaca panas ekstrem yang melanda membuat pemerintah Malaysia mengizinkan siswa dan guru di semua sekolah negeri untuk tidak mengenakan seragam. Alih-alih mereka dapat mengenakan pakaian santai dan olahraga agar lebih nyaman di cuaca panas.

Kementerian Pendidikan mengatakan pihaknya selalu memprioritaskan kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan para siswa, guru, dan staf selama musim panas dan kekeringan ini.

"Cuaca panas seperti ini bisa memicu gelombang panas berbahaya yang mengganggu kesehatan. Kementerian telah setuju untuk memberi izin khusus kepada siswa, guru, dan staf di semua lembaga pendidikan di bawah kementerian untuk mengenakan pakaian yang layak demi menghindari komplikasi kesehatan," begitu pengumuman kementerian, seperti dikutip The Straits Times, Jumat (5/5).


Sementara bagi siswa yang tetap ingin mengenakan seragam sekolah, maka tidak diwajibkan untuk memakai dasi.

Lebih lanjut, kementerian juga menginstruksikan agar pihak sekolah terus memantau kondisi cuaca dan mengambil tindakan segera demi memastikan kesejahteraan semua.

Adapun berdasarkan aturan pemerintah pada 28 April 2023, sekolah baru bisa ditutup jika cuaca panas berada pada level dua dengan suhu di atas 37 derajat Celcius selama tiga hari berturut-turut.

Institusi pendidikan, termasuk sekolah, juga diperbolehkan tutup jika Departemen Meteorologi Malaysia mengumumkan adanya gelombang panas di wilayah mereka. Sekolah di bawah kementerian juga telah diperintahkan untuk menghentikan kegiatan di luar ruangan yang melibatkan siswa, guru, dan dosen.

Ini termasuk lari lintas alam, parade, kegiatan olahraga, permainan di luar ruangan, berkemah dan kegiatan pendidikan di luar kelas.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya