Berita

Fasilitas yang diduga berada di Rutan Kebonwaru, Bandung/Net

Nusantara

Soal Fasilitas Mewah di Ruang Tahanan, Begini Penjelasan Kemenkumham Jabar

MINGGU, 30 APRIL 2023 | 05:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jabar langsung menelusuri kebenaran foto yang menunjukkan seorang narapidana yang mendapatkan fasilitas mewah di kamar tahanannya.

Sebab, foto yang memperlihatkan seorang narapidana sedang mengoperasikan gawai sembari rebahan itu viral di media sosial. Tak hanya gawai, juga terdapat speaker, akuarium, hingga wallpaper yang menghiasi dinding kamar tahanan.

"Mencocokkan keberadaan kamar sebagaimana terdapat dalam postingan tersebut dan penelusuran terhadap dokumen berita acara penggeledahan yang telah dilaksanakan," kata Kadivpas Kemenkumham Jabar, Kusnali melalui keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (29/4).


Hasilnya, ada kesesuaian antara foto yang diunggah oleh akun Twitter @PartaiSocmed dengan dokumentasi foto kegiatan penggeledahan yang dilakukan di Rutan Kebonwaru pada bulan Juli 2021 lalu tepatnya di Blok B Kamar 20.

"Terdapat kesesuaian foto sebagaimana terdapat dalam postingan Twitter akun Partai Socmed dengan dokumentasi foto penggeledahan pada 15 Juli 2021 yaitu pada blok B kamar 20," terangnya.

Ia menyebut sejumlah fasilitas mewah itu memang ditemukan di kamar tahanan saat dilakukan penggeledahan. Akan tetapi, saat ini sudah ditertibkan dan narapidana itu pun dikenakan sanksi.

"WBP pada kamar tersebut yang terbukti melakukan pelanggaran telah dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Setelah kejadian itu, pihaknya rutin melakukan penggeledahan di kamar tahanan dengan melibatkan instansi terkait di antaranya kepolisian, BNN, hingga TNI. Terbaru, pihaknya melakukan penggeledahan pada Maret 2023.

"Blok B kamar 20 merupakan Blok Narkotika yang saat ini dihuni oleh 14 orang warga binaan, dan pada siang hari ini setelah adanya informasi dari postingan akun Twitter @partaisocmed telah dilakukan penggeledahan terhadap kamar tersebut," tuturnya.

"Kondisi kamar hunian Blok B kamar 20 pada saat ini sudah tidak terdapat barang-barang terlarang," lanjutnya.

Dengan begitu, Kusnali memastikan foto yang diunggah oleh akun @PartaiSocmed adalah foto lama. Kanwil Kemenkumham Jabar pun terus berupa berintegritas dalam menjalankan tugas memberikan layanan pada masyarakat sesuai dengan aturan.

"Dari uraian tersebut, dapat kami sampaikan bahwa foto sebagaimana terdapat dalam postingan dari akun Twitter @partaisocmed merupakan foto pada tanggal 15 Juli 2021 dan telah dilakukan penertiban pada saat itu juga," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya