Berita

Tiga ketua umum partai politik anggota KIB usai melakukan pertemuan di kediaman Airlangga Hartarto, Kamis malam (27/4)/RMOL

Politik

Dibayangi Kepentingan Istana, KIB Sulit Mandiri Tentukan Capres

JUMAT, 28 APRIL 2023 | 13:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diklaim hingga kini masih solid.

Padahal, PPP sudah terang-terangan mendeklarasikan dukungannya kepada Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI Perjuangan sebagai bakal capres (bacapres) 2024.

Menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, hal ini terjadi lantaran KIB sejak awal memang didesain untuk memenuhi hasrat dan kepentingan Istana.


"Koalisi tersebut memang dipersiapkan oleh Istana untuk mengusung kandidat tertentu," kata Andi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/4).

Analis Politik Universitas Nasional itu memperkirakan, dukungan PPP kepada Ganjar kemungkinan akan segera diikuti oleh PAN dan Golkar.

Salah satu faktornya, ditegaskan Andi Yusran, karena KIB akan sulit untuk menentukan siapa capres yang akan diusung bersama.

"Partai yang tergabung dalam KIB sulit mandiri menentukan kandidat capres atau cawapres karena di bawah bayang-bayang kepentingan Istana," tandas Andi Yusran.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya