Berita

Refly Harun/Ist

Politik

Diisukan Bakal Jadi Wapres untuk Ganjar Pranowo

Refly Harun: Apa Iya Prabowo Subianto Mau?

SENIN, 24 APRIL 2023 | 13:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dianggap sudah gigit jari, karena "dilepehkan" Presiden Joko Widodo, setelah PDI Perjuangan dan Istana mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (Bacapres).

Analisa itu disampaikan pakar Hukum Tata Negara (HTN), Refly Harun, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun berjudul 'Pengamat: Jkw Menghina Prabowo dan Gerindra! Apa Soal?!", Minggu malam (23/4).

"Hebat Prabowo Subianto ini. Sudah 'direndahkan', dia masih datang bersilaturahmi, ya mungkin karena dia menteri ya, dia anak buahnya presiden, ya datang bersilaturahmi," kata Relfy, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/4).


Meski begitu Refly ragu apakah Prabowo mau menjadi wakil presidennya Ganjar, seperti disampaikan Presiden Jokowi, mengingat, skenario awal yang sering diupayakan dan diharapkan Prabowo adalah jadi presiden, sedangkan Ganjar wakilnya.

"Apa iya Prabowo Subianto mau jadi wakil presidennya Ganjar Pranowo?" Refly balik bertanya.

Dia melihat, Prabowo seperti masih ada keinginan mendapatkan dukungan dari Jokowi untuk menjadi Capres, bukan cawapresnya Ganjar.

Hal itu bisa dilihat saat Prabowo datang ke Solo dalam rangka silaturahmi Idulfitri 1444 Hijriah, beberapa hari lalu.

"Jadi bisa dikatakan Prabowo sudah gigit jari. Kecuali dia tunggu wangsit, tiba-tiba Megawati mengatakan bersedia menjadikan Ganjar Pranowo sebagai wakil presidennya Prabowo Subianto. Nah itu baru hidup kembali peluang Prabowo," pungkas Refly.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya