Berita

Toto Suyanto (kedua dari kiri) menunjukan surat penangkapan/Ist

Nusantara

Toto Suyanto, Pelaku Penggelapan Dibeking Oknum TNI Ditangkap Polisi

RABU, 05 APRIL 2023 | 22:39 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polres Jakarta Utara membekuk Toto Suyanto, terduga penggelapan yang dalam aksinya memanfaatkan oknum TNI mengintimidasi korban. Kini Toto telah ditangkap polisi pada Kamis (30/3) lalu, dan telah mendekam di tahanan Polres Jakarta Utara.

Penangkapan mantan marketing project PT Classic Carpetama Indonesia (CCI) itu bermula dari laporan Kazi Salaudin selaku Manager di PT KNS Group yang mana Toto dilaporkan telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 4 miliar. PT CCI adalah anak perusahaan PT KNS Group.

Kazi Salaudin menjelaskan, dugaan penggelapan terungkap bermula dari temuan tim akunting perusahaan dimana banyak piutang yang sudah melewati jatuh tempo tetapi pembayarannya belum diterima oleh perusahaan.


Perusahaan kemudian meminta penjelasan kepada Toto selaku marketing project terkait alasan keterlambatan pembayaran. Hal itu dilakukan melalui rapat antara PT CPCI dengan PT CCI yang digelar pada November 2021 lalu.

Menurut Salaudin, Toto kala itu menjadikan Pandemi Covid-19 sebagai alasan keterlambatan pembayaran.

�"Pak Toto juga ada menjelaskan bahwa beberapa pelanggan merupakan teman dan ada beberapa karpet yang Pak Toto sumbangkan tanpa ada persetujuan dari pihak perusahaan,” Jelas Salaudin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (5/4).

Salaudin menjelaskan, Toto berjanji akan bertanggung jawab secara pribadi dan bersedia melakukan pembayaran dengan cara di cicil dari gajinya.

Namun yang terjadi kemudian, Toto menurut Salaudin justru berupaya menghalang-halangi tim akunting perusahaan ketika berniat membantu Toto melakukan penagihan piutang. Salah satunya tidak memberikan data pihak terhutang dengan alasan sibuk dan kehilangan handphone dan laptop.

�"Sesuai kesepakatan di rapat bulan November 2021, perusahaan melakukan pemotongan gaji terhadap yang bersangkutan, ucap Salaudin.

Sikap Toto yang mencoba menghalang-halangi perusahaan telah menimbulkan kecurigaan sampai pada akhirnya menemukan data indentitas dan alamat pihak pelanggan yang diduga belum membayarkan kewajibannya.

Alangkah terkejutnya perusahaan Ketika mengetahui beberapa pelanggan memberikan informasi bahwa tagihan tersebut sudah dibayar lunas melalui transfer ke rekaning BCA atas nama Toto Suyanto.

Ketika diminta penjelasan terkait temuan tersebut, Toto menurut Salaudin justru membawa anggota TNI berseragam ke kantor dengan tujuan mengintimidasi dan menunjukkan keberatannya atas pemotongan gaji yang di lakukan.

�"Anggota TNI tersebut meninggalkan kantor kami pada saat provos datang,” ungkap Salaudin.

Sebaliknya Toto justru melakukan pelaporan ke Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara atas pemotongan gaji yang di lakukan dengan Nomor Surat: 648/082.74 yang kemudian setelah melalui pemeriksaan, perusahaan dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya