Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat dijemput mobil di apron Bandara Soekarno-Hatta/Net

Politik

Kritik Sri Mulyani Mobilnya Masuk Apron, Peter Gontha: Presiden Saja Jalan Kaki

SABTU, 25 MARET 2023 | 17:15 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak henti mendapat sorotan publik. Usai isu transaksi mencurigakan sebesar Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan, kini mobilnya masuk ke dalam apron Bandara Soekarno-Hatta tengah menjadi perbincangan.

Dalam sebuah foto yang beredar, Sri Mulyani tampak dijemput langsung dengan mobil pribadi dan dikawal kendaraan operasional Bea Cukai di dalam apron yang seharusnya steril.

Peristiwa ini diunggah oleh mantan komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha. Awalnya Peter tidak mengetahui siapa pejabat yang dijemput oleh mobil pribadi langsung ke apron bandara. Belakangan, ternyata Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dijemput usai melakukan kunjungan kerja di Papua.


“Ya maaflah kalau SMI (Sri Mulyani Indrawati) merasa terusik, yang pasti kita ingin sampaikan, marilah semua mengikuti aturan yang ada, jangan gara-gara kedudukan sebagai Menteri Keuangan yang katanya terbaik di dunia terus boleh bikin apa saja,” kata Peter dalam postingan di akun Facebook miliknya, dikutip Sabtu (25/3).

Peter lantas membandingkan dengan Presiden Joko Widodo yang tidak pernah bertindak demikian maupun diberikan fasilitas masuk ke dalam apron bandara.

“Kita lihat Presiden Jokowi saja, kalau beliau mendarat di Halim, selalu jalan kaki dari pesawat menuju gedung terminal VIP, kok Presiden saja bisa? Kok menteri kita tidak bisa?” sindir Peter.

Kendati demikian, meskipun argumen Sri Mulyani ingin meninjau langsung gedung Bea Cukai, namun menurut Peter seharusnya tidak dibenarkan mobil pribadi masuk ke dalam apron bandara.

“Kan ada prosedur yang harus dilalui, pakai mobil yang diapprove otoritas bandara secara resmi. Jangan otoritas juga kasih pengecualian lagi, ini kan untuk menjaga keamanan bandara dan pesawat yang parkir disana,” demikian Peter F Gontha.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya