Berita

Aktris senior Nani Wijaya meninggal dunia/Ist

Publika

Enam Jam Sebelum Nani Wijaya Wafat

KAMIS, 16 MARET 2023 | 14:33 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

"Kondisi masih belum stabil. Albuminnya rendah, HB-nya rendah," ujar Nina Kartika, putri Nani Wijaya yang bertugas menemani ibunya di RS Fatmawati, Rabu malam (15/3).    

Albumin adalah protein pada darah yang membentuk sebagian besar plasma darah. Sebagai protein utama di plasma darah, albumin memiliki banyak fungsi, yaitu menjaga tekanan pada pembuluh darah serta mengangkut zat seperti hormon dan obat-obatan.

Bila jumlah albumin dalam tubuh kurang, maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (eodema), misalnya bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh misalnya di perut yang disebut ascites.


Adapun Hemoglobin atau HB adalah protein yang ada di dalam sel darah merah. Protein inilah yang membuat darah berwarna merah. Dalam kadar yang normal, hemoglobin memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Oleh karena itu, kadar normal hemoglobin perlu selalu dijaga. HB yang normal adalah 12 - 16 g/dl.

Butuh 10 Kantong Darah

Percakapan kami semalam dengan Nina di WhatsApp tercatat pukul 22.10 WIB Lebih kurang sekitar 5-6 jam sebelum aktris legendaris Nani Wijaya mengembuskan napas terakhir.  

Semalam saya menghubungi Nina melanjutkan informasi dari Connie Sutedja di WAG Artis "C-Nior". Aktris legendaris itu yang juga sahabat dekat Nani Wijaya menginformasikan kebutuhan darah 0 sepuluh kantong untuk Nani.

Info itu segera saya teruskan ke kawan pengurus Palang Merah Indonesia Pusat (PMI) Husain Abdullah. Juru bicara mantan Wapres Jusuf Kalla itu cepat merespons. Ia meminta surat kebutuhan darah dari RS. Nina pun mengirimkan surat dimaksud dalam hitungan menit.

Setelah diproses, ternyata ada kesalahpahaman. Pihak PMI DKI memberitahu kebutuhan darah Nani Wijaya telah dipenuhi. Nina mengonfirmasi itu. Yang dibutuhkan sebenarnya, adalah donor darah untuk pengganti darah dari PMI DKI. Butuh 10 donatur berdarah 0 untuk Rabu pagi. "Sekarang baru tersedia 5 orang," ungkap Nina.

Info donasi darah untuk Nani Wijaya memang beredar di sosial media di-upload keluarga maupun kawan-kawan dekat.

Saya menutup percakapan semalam dengan Nina sambil memanjatkan doa agar Nani Wijaya segera disembuhkan penyakitnya oleh Allah SWT. Namun, bangun tidur tadi pagi, berita duka atas wafatnya Nani Wijaya telah bersebaran di WAG -WAG. Innalillahi Waiinailaihi Rojiun.

Kabar Nani Wijaya meninggal dunia dikonfirmasi oleh anak mendiang, aktris Cahya Kamila. "Telah bepulang ibunda kami tercinta dengan tenang Ibu Hj. Nani Widjaya di RS Fatmawati pada 16 Maret 2023 pada pukul 03.28. Mohon dimaafkan segala kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja," tulis Cahya pada unggahan di Instagram, Kamis (16/3).

Nani Wijaya dilarikan ke rumah sakit dua pekan silam karena mengalami sesak napas. Nani memang beberapa waktu belakangan mengalami gangguan kesehatan. Gejala Azheimer. Tahun lalu, aktris yang telah berkarir sejak tahun 60 itu masih sempat menghadiri acara Silaturrahim Komunitas Artis "C-Nior "di rumah Rano Karno. Kondisinya  susah menghapal nama kawan-kawannya.

Camelia Malik bercerita, untuk bisa dikenal, ia terlebih dahulu menyebut nama Persari. Nani cepat merespons. Nama Camelia Malik pun bisa diingatnya. Persari adalah nama perusahaan film Djamaluddin Malik, ayah Mia, panggilan akrab Camelia Malik. Perusahaan film itu berdiri tahun 50-an.

Artis senior Widyawati bersama Ninik L Karim sempat membesuk Nani di RS tanggal 2 Maret lalu. "Waktu itu sedang tidur atau tidak sadar saya kurang tahu. Yang pasti, saya panggil- panggil tapi no respons," ungkap Widyawati tadi siang.

Itu sebabnya, Widyawati hanya memotret dirinya tanpa menampakkan wajah Nani yang dibesoeknya. "Saya memang tidak pernah tega memotret kawan dalam kondisi sakit," terangnya.

Kisah Camelia Malik

Akhir bulan Februari, di sela-sela Kongres PPFI di Pusat Perfilman, Mia tiba-tiba teringat Nani Wijaya. Waktu itu kami berempat, saya, Camelia Malik, Deddy Mizwar, dan Zairin Zain rehat Isoma kongres PPFI.

Ia secara khusus membahas kondisi kesehatan Nani. Mia bernisiatif menggalang partisipasi kawan-kawan untuk menyiapkan kebutuhan Nani Wijaya dan keluarga selama bulan suci Ramadhan.
 
Kami memang puluhan tahun saling mengenal keluarga Nani Wijaya. Suaminya, almarhum Misbach Jusa Biran adalah tokoh penting perfilman Indonesia. Sudah kami anggap orang tua dan guru kami.

Almarhum selain pakar di dunia film, khususnya penulisan skenario dan sutradara, juga punya peran yang menonjol adalah, guru agama. Membimbing dan senantiasa mengingatkan insan film taat beribadah.

Nani Wijaya kelahiran Cirebon 10 November 1944. Terjun di dunia akting sejak dekade 60-an. Telah berperan sebagai pemain berbagai film dan sinetron setiap tahunnya. Di awal kariernya tercatat beberapa film penting yang ia bintangi.

Antaranya: "Gunung Kawi" (1961), "Si Doel Anak Betawi" (1973), "Yang Muda Yang Bercinta", "Nostalgia di SMA" (1980), "RA Kartini" (1982), "Opera Jakarta (1985)", "Catatan si Boy I" (1987), "Catatan si Boy III" (1989) dan "Catatan si Boy IV" (1990).

Nani memulai debutnya di sinetron sejak 1995 dan sudah tampil di berbagai judul sinetron berepisode panjan. Yang paling menonjol "Bajaj Bajuri " sebagai Emak (2002-2007), lanjut ke "Si Cecep" pada 2004, "Kemilau Cinta Kamila" 1-3 (2010), dan "Tukang Bubur Naik Haji the Series" (2012-2017) yang fenomenal itu.

Nani Wijaya menikah dengan mendiang Misbach Yusa Biran pada 1969 hingga sutradara legendaris itu meninggal dunia pada 2012. Dari pernikahan tersebut, lahir enam anak, termasuk aktris Cahya Kamila dan mendiang Sukma Ayu.

Kemudian Nani Wijaya menikah lagi dengan sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi pada 2017. Namun Ajib meninggal dunia pada 2020.

Ba'da Dzuhur, diringi tangis keluarga, kerabat, dan sahabat-sahabat insan perfilman, jenasah almarhumah dimakamkan di TPU Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Semoga almarhumah Husnul Khotimah. Dipertemukan kembali dengan orang-orang tercinta di Sorga, terutama suami dan anak yang telah mendahuluinya.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya