Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Tinjau Panen Bersama Prabowo dan Ganjar, Bentuk Pembangkangan Jokowi pada PDIP

JUMAT, 10 MARET 2023 | 05:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aktivitas bersama yang dilakukan Presiden Joko Widodo, Menhan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau panen raya di Kebumen, Jawa Tengah memberikan kesan politis berseberangan dengan PDI Perjuangan.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/3).

Analisa Dedi, kesan Jokowi melawan juga ditujukan pada Megawati Soekarnoputri.


"(Pertemuan) ini miliki nuansa politik di mana Jokowi berupaya menjadi penentu konstelasi politik menuju 2024," demikian kata Dedi.

Meski nantinya dukungan terbuka Jokowi kepada Ganjar belum tentu terwujud. Sebab, Megawati memiliki kekuatan politik lebih di PDIP. Namun demikian, apa yang dilakukan orang nomor satu di Indonesia itu bisa diartikan pembangkangan.

Pembangkangan yang dimaksud, Jokowi ingin melawan partai dan pimpinannya di PDI Perjuangan.

"Bagi elite PDIP bisa diartikan sebagai perlawanan dan pembangkangan, karena berdampak hanya pada Ganjar, atau Prabowo, tidak melibatkan PDIP," jelas Dedi.

Perilaku politik Jokowi yang lain adalah pujian terbuka di beberapa forum pertemuan politik partai pendukung pemerintah. Bahkan terbaru, Jokowi hadir di acara Rakornas PAN dengan didampingi Erick Thohir dan juga Ganjar Pranowo.

Di sisi lain PDI Perjuangan asal Jokowi berpartai, justru belum pernah bicara tentang sosok calon presiden. Sampai saat ini PDI Perjuangan melakukan konsolidasi memenangkan Pemilu 2024 untuk ketiga kalinya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya