Berita

Persiapan kejuaraan dunia F1 H2O Powerboat di Toba, Suamtera Utara/Ist

Dahlan Iskan

Wisata Abu

JUMAT, 24 FEBRUARI 2023 | 05:19 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SEMUA pembalap sudah tiba di Danau Toba: hari ini kejuaraan dunia F1 H2O dimulai. Nanti sore. Agenda: latihan bebas. Para pembalap dibolehkan mencoba arena: memacu powerboat di perairan Danau Toba.

Agenda besok sore lebih menarik: kualifikasi. Memperebutkan pole position: siapa yang berada di garis paling depan untuk start balapan lusa sore. Tanggal 26 Februari 2023 itulah balap yang sebenarnya. Presiden Jokowi dijadwalkan ikut menyaksikan.

Sejauh ini tidak ada hujan sore-sore di Toba. Siang cenderung panas. Sore sejuk. Malam baru hujan. Begitulah cuaca seminggu terakhir di Toba, seperti dilaporkan sahabat Disway di sana: Eko Pardede.


Boleh dikata semua persiapan sudah beres. Malam hari disediakan panggung rakyat: penyanyi top Judika tampil bersama penyanyi kebanggaan Tanah Batak lainnya. Ada Viky Sianipar dan Bagindas. Sayangnya penyanyi rakyat Batak lainnya, yang juga pujaan saya, tidak ditampilkan: Juslina Simamora.

Inilah even terbesar di Toba dalam sejarah Toba. Inilah even yang mengubah perjalanan Toba selanjutnya.

Para pembalap tinggal di hotel yang terpisah. Balige kini sudah punya hotel bagus-bagus. Tidak lagi hanya ada hotel bagus di Parapat.   

Dulu ke Toba itu ke Parapat. Itulah sisi Toba yang paling dekat dari Medan. Zaman itu Balige masih kurang menarik. Sepi. Jauh. Maka ketika BUMN membangun hotel di Toba, lokasinya di Parapat: Hotel Parapat. Lalu belakangan muncul hotel baru: Hotel Niagara.

Parapat jauh dari Balige. Letak Parapat di Toba sisi timur laut. Balige di Toba sisi Selatan. Jarak dari Parapat ke Balige masih sekitar 60 km.

Dulu, ujar sahabat Disway, jarak Parapat-Balige bisa ditempuh satu jam. Sekarang tidak mungkin lagi. Jalan raya sudah kian padat. Paling cepat 90 menit.

"Kalau Natal jalur ini macet sekali. Demikian juga di puncak acara kejuaraan dunia powerboat nanti," ujar Eko Pardede. "Saya kira pak Polisi lagi pusing sekarang. Banyak tamu VIP tinggal di Parapat. Bagaimana agar bisa ke Balige dengan lancar," tambahnya.

Dari Parapat ke Balige ini harus melewati simpang yang sangat padat: simpang Laguboti, simpang Silimbat, dan simpang Porsea. Semuanya padat lalu-lintas.

Di Balige sendiri kini sudah ada hotel Labersa. Sembilan lantai. Bintang 4. Pemiliknya: HW Hutahaean, pengusaha sawit yang sangat besar di Riau.

Ada lagi Hotel Serenauli. Pemiliknya: Duma Hutapea, saudari pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea. Tentu Anda juga sudah tahu: ada Hotel Ompu Herti, milik Jenderal T.B. Silalahi.

Belakangan Balige tumbuh lebih cepat dari Parapat. Juga kian tertata. Daya tarik Toba tampaknya segera bergeser dari Parapat ke Balige. Antara lain karena Balige kini punya bandara sendiri: Bandara Silangit.

Hotel baru di Balige itu sedikit agak di luar kota. Di Jalan masuk Balige dari arah Parapat/Medan. Boleh dikata kota Balige berkembang ke arah Labersa. "Awalnya hanya saya sendiri yang membangun di sini. Seperti di tengah sawah. Sekarang sudah ramai. Ada hotel bintang 4 di seberang kami," ujar Eko.

Eko bikin 9 ruko dua lantai di kota baru itu. Lantai bawahnya dijadikan satu: untuk Batikta. Lantai atasnya juga dijadikan satu: untuk kopi Hutanta. Setelah acara besar powerboat selesai lantai atas itu juga untuk menjajakan bolu gulung Boan.

Eko adalah perintis batik Batak. Batikta adalah Batik Kita. Bisa juga disebut Batik Bercerita. Ia memindahkan pola ulos ke batik. Tujuannya: agar motif ulos bisa meluas menjadi pakaian sehari-hari.

"Kita kan tidak bisa memakai ulos sembarangan. Tiap jenis ulos hanya bisa dipakai untuk tujuan dan acara tertentu," kata Eko.

Jenis ulos itu ratusan. Ada ulos khusus untuk acara kematian. Acara perkawinan. Bahkan ada ulos khusus bila seorang tulang memberi hadiah kepada pengantin laki-laki. Lalu ada ulos lain lagi bila sang tulang memberi hadiah untuk pengantin perempuan.

Kini Eko memproduksi Batikta berbagai corak. Ada batik dari satu jenis ulos. Batik lain dari ulos yang lain. Lalu pembeli batik akan mendapat sertifikat. Di situlah diceritakan: batik yang anda beli tadi dari motif ulos yang mana. Apa maknanya. Apa kegunaannya. Anda dapat batik dan dapat cerita di baliknya.

"Awalnya kami ditentang. Ulos kok dibuat batik. Lalu terjadi pro-kontra. Sekarang sudah bisa diterima," ujar Eko.

Kalau ulos yang dikalungkan di acara penyambutan pembalap itu jenis apa?

“Itu bukan ulos. Tidak ada ulos khusus untuk menyambut pembalap," ujarnya.

Maka balap F1 H2O Powerboat menemukan arena baru seperti Toba. Lapangan Sisimangaraja Balige jadi pusatnya. Tribun VIP dibangun di sini.

Kota Balige punya salah satu jalan yang sangat istimewa: Jalan Pemandian Lumban Silintong. Panjangnya 4 km. Jalan itu menyusuri pinggir danau Toba sisi selatan. Sejak dari ujung Sibolga sampai Bukit Pahoda.

Dulu semua penduduk desa Lumban Silontong mandi di danau. Karena itu disebut Jalan Pemandian.

Antara jalan raya ini dan danau itu masih ada sedikit tanah datar. Lebarnya hanya beberapa meter. Di situlah banyak berdiri cafe. Banyak juga tanah yang masih kosong. Atau tanah yang dipakai menumpuk kapal-kapal kayu tua yang rusak.

Tanah-tanah kosong itu kini dijadikan tribun untuk umum. Itulah tribun-tribun perorangan. Menghadap danau. Total ada enam tribun jenis ini. Pemilik tanah yang bekerja sama dengan EO yang mampu menyewa tribun knock down. Lalu berbagi dari hasil jualan tiket F1 H2O.

Toba pun kini masuk peta balap air di dunia. Ketika gunung Toba meletus, abunya sampai ke Eropa. Kini pembalap Eropa datang ke Toba: mengembalikan abu itu dalam bentuk wisata.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya