Berita

Desainer fesyen Indonesia, Istafiana Candarini/Ist

Publika

Istafiana Candarini: Dari Tambang Nikel Sorowako hingga Runway New York Fashion Week

MINGGU, 19 FEBRUARI 2023 | 08:24 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

DESAINER fesyen Indonesia, Istafiana Candarini mengaku takjub dan terharu sendiri setelah berhasil mengawal karyanya  menembus New York Fashion Week, Senin (13/2) lalu di New York City, Amerika Serikat. Peristiwa itu seakan memutar kenangan perjalanannya dari tambang nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan yang sepi hingga tiba di kota gemerlap dunia, New York, AS yang tak pernah tidur.

Hari itu, bersama Nadya Karina dan Afina Candarini kolega sesama desainer brand fesyen Kami.  mereka meluncurkan sepuluh koleksi fesyen/modest di runway pekan mode dunia itu. Di akhir pagelaran karya-karyanya, ketiganya tampil percaya diri menghormat sempurna ke arah penonton yang dibalas dengan tepuk tangan meriah.

Disaksikan Puan Maharani


Pagelaran karya mereka disaksikan ratusan pengunjung, penggemar dan pemerhati fesyen dari seluruh dunia. Juga sorotan puluhan kamera televisi yang meliput. Di antara pengunjung dari Tanah Air tampak Ketua DPR-RI Puan Maharani, Dubes RI untuk AS, Rosan Roeslani dan istri Ayu Heni.

Tampak juga pejabat teras Kementerian Perdagangan yaitu, Sekjen Suhanto dan Dirjen Didi Sumedi yang mengutus secara resmi 7 brand Indonesia untuk tampil di NYFW. Ada juga dr. Yassin Bintang dan dr. Audy Antawidjaja dari Bamed, Klinik Kesehatan Keluarga Indonesia, yang mensupport brand Kami. Politikus muda dari PAN Putri Zulkifli Hasan, Uya Kuya, dan Verrell Bramasta ikut menyaksikan pentas glamour dan wangi itu.

Tahun ini, pekan mode bergengsi dunia itu berlangsung 9 hingga 14 Februari di Spring Studio, NYC. 7 brand Indonesia yang meluncur di runway NYFW sebagai bagian dari program Indonesia Now. Tujuh brand dimaksud adalah Kami., Buttonscarves, Zeta Privé, AM by Anggiasari, Lenny Hartono, Nada Puspita, dan Ayu Dyah Andari x BT Batik Trusmi.

Menjadi pemandangan menarik peragawati berkulit putih dan jangkung mengenakan hijab melenggang di runway. Applaus penonton hampir tak pernah henti kepada para peragawati yang memperagakan koleksi 7 brand fesyen Indonesia, termasuk koleksi modest/hijab karya Tiga Srikandi itu dari Kami.

Koleksi yang mereka tampilkan  bertema Charaka yang terinspirasi dari kekayaan lokal, Kain Tapis Lampung. Mudah dikenali karena garis kain itu bersih dan rapi membentuk siluet dengan pendekatan modern.

"Saya terharu sekali bisa mengenalkan karya- karya kami di pusat mode dunia," kata Irin, panggilan akrab Istafiana.

Ia mengaku puas dengan debut pertamanya di panggung NYFW.  Sayang, penyelenggara Indonesia Now, tidak memberi akses menonton karya-karya desainer dari pelosok dunia yang tampil selama NYFW. Padahal, itu sangat berguna untuk bahan perbandingan  dan inspirasi bagi karya-karya desainer Indonesia. Apalagi desain-desain yang mereka tampilkan merupakan forecasting trend tahun 2024.

"Saya yakin seluruh desainer Indonesia mengharapkan itu," ujar Irin, pimpinan Kami.

Namun, ia tidak tahu persis mengapa tidak ada akses itu. Yang jelas, di hari penjualan produk fesyen, koleksinya terjual lumayan, separuh dari stok yang dia bawa ke New York. "Ada bule yang borong Scarf, sampai beli seluruh warna yang ada," cerita Irin.

Putuskan Tinggalkan Sorowako


Irin tidak sia-sia memutuskan meninggalkan dunia kerja formal selepas kuliah demi merengkuh passionnya pada dunia fesyen.Lulus dari Fakultas Kehutanan IPB tahun 2008, Istafiana Candarini sempat bekerja setahun di perusahaan pertambangan nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan. Namun, ia tidak sanggup bertahan lama berada di kota Kabupaten Luwu Timur yang hanya berpenduduk 22 ribu jiwa. Meski perusahaan PT Vale Tbk tempatnya bekerja adalah perusahaan besar, penghasil nikel terbesar di Indonesia.
 
Selama di Sorowako ia merasa seperti sedang bertapa. Maka, Irin putuskan balik ke Ibu Kota. Setelah di Jakarta ia mendiskusikan rencana terjun ke dunia fesyen dengan sahabatnya semasa SMA yaitu Karina, jebolan Desain Komunikasi Visual Bina Nusantara. Kebetulan Karin sudah lebih dulu menekuni produksi  aksesoris. Setelah perencanaannya matang, bertiga dengan adiknya, Afina, jebolan Accounting University of Malaya, Kuala Lumpur, mereka pun memutuskan terjun total ke dunia fesyen.
 
"Waktu SMP dan SMA saya memang sudah tertarik mendesain baju, tapi masih sebatas untuk dipakai kalau ada teman ulang tahun," cerita Ibu tiga anak itu.

Tahun 2010 bertepatan dengan berkembangnya komunitas Hijabers Community mereka mulai mengenalkan scarf fashion yang sangat diminati hijabers muda di Indonesia waktu itu.

"Salah satu aksesoris yang booming masa itu adalah scarf kaos. Semula itu ditujukan untuk dililitkan di leher, ternyata customer Kami melihatnya sebagai hijab. Nah dari situ mulailah perjalanan Kami sebagai pelopor brand modest di Indonesia," kenang Irin.

Mendirikan Kami.

Tahun 2012 mereka mendirikan Kami. Tiga tahun kemudian, 2015, berdiri butik pertamanya di Kemang, dan tahun ini akan menjadi 27 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, Kami. mempekerjakan lebih seratus karyawan.

Tiga sekawan sedari SMA, Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini,  yang membangun merek baju Muslim Kami. meyakini NYFW merupakan panggung untuk menembus pasar global.

Setelah berbincang dengan sahabat SMA yang lain, dr. Ratu Abigail Audity, BMedSc., MSi., yang akrab dipanggil Audy, founder Bamed ini pun setuju untuk mensupportnya tampil di Pekan Mode di AS itu.

Berarti "Tuhan"

 
Nama “Kami.” berasal dari bahasa Jepang yang berarti “Tuhan.”  Sebelum di NYFW, Kami. mengikuti fashion show internasional di Korea, Fashion Mode 2018 di S-Factory, Seoul. Itu pengalaman pertamanya menjajal pasar global.
 
Dengan puluhan butik yang tersebar dari Sumatera sampai Sulawesi dan 4 butik yang direncanakan tahun ini termasuk salah satunya di Kuala Lumpur, Malaysia, Kami. membuktikan punya pasar di dunia Muslim/modest fesyen Indonesia. Pertumbuhan 40 hingga 60 persen per tahun, membuat Kami. menjadi salah satu brand modest yang memang diminati pecinta fesyen di tanah air, bahkan muslimah Asia Tenggara.
 
Apa rencana selanjutnya?

 
"Kami menyiapkan ke London Fashion Week, tolong doakan, dan tahun depan kembali ke New York dengan persiapan lebih baik," kata Irin yang merencanakan hari Minggu akan berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah Umrah. Tempat yang tepat untuk memanjatkan doa agar semua cita-cita dapat dikabulkan Allah SWT, Tuhan Maha Penentu Segalanya.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya