Berita

Tenda pengungsi gempa di Cianjur/Net

Dahlan Iskan

Ilmu Gempa

MINGGU, 12 FEBRUARI 2023 | 05:20 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PARA korban gempa di Cianjur pun salat gaib untuk korban gempa Turkiye. Setelah salat Jumat kemarin. Jumlah korban tewas di Turkiye itu sudah mencapai 24.000 orang.

Sahabat Disway di Cianjur, Fadillah Munajat, baru tiga minggu meninggalkan tenda. Akibat gempa Cianjur September lalu: 635 tewas. Rumahnya sendiri, di kampung Cibeleng Hilir, RT 03/01, Desa Cikancana, sedang  diperbaiki. Belum selesai. Tapi ia sudah merasa aman.

Hari itu tenda yang selama 3 bulan ia tempati dibongkar. Kamar atas di rumahnya sudah ia tata. Malam itu, malam pertama pulang dari tenda, ia akan bisa tidur nyenyak. Ia pun tidur bersama istrinya.


Ternyata pukul 03.00 dini hari Kang Fadil terbangun. Begitu juga istri dan anak mereka. Malam pertama itu ternyata disambut gempa. Gempa tunggal. Besarnya 4,5 skala richter.

Kang Fadil lari turun. Keluar rumah. Disertai istri dan anak. Ia tidak lagi mimpi buruk. Gempa beneran. Tiga minggu lalu itu.

Tetangga pun meninggalkan rumah mereka. Tenda sudah telanjur dibongkar. Meski tidak ada gempa susulan, mereka tidak ada yang kembali masuk rumah. Sampai pagi.

Mengapa berani tidur di lantai atas?

“Kami sudah berhitung. Justru kalau di kamar bawah kami takut tertimpa beton," katanya.

Untuk perbaikan rumahnya itu Kang Fadil dapat bantuan dari Presiden Jokowi. Ia masuk rombongan dapat bantuan rusak sedang: Rp 30 juta. Sekarang sudah dua kali cair. Kurang sekali lagi.

Kontrol dari kementerian PUPR kelihatannya ketat. Tahapan itu dicairkan setelah di lapangan ada kemajuan.

Kang Fadil tidak merobohkan rumahnya yang retak berat. Tim ahli yang datang ke rumahnya mengizinkan untuk hanya dilakukan perkotaan. Fadil diberi brifing apa yang harus diperbaiki dan diperkuat. Setelah dapat tukang, brifing dilakukan lagi ke yang mengerjakan itu. Terutama soal ukuran besi tulang dan jarak besi pengikat itu. Lalu seminggu sekali penyelia PUPR datang mengawasi pekerjaan. "Dua minggu lagi semua perbaikan selesai. Mungkin habis Rp 50 juta," ujarnya.

Syukurlah program rehabilitasi korban gempa Cianjur berjalan dengan disiplin ilmu bangunan.

Memang masih ada sebagian agamawan kita yang berpendapat gempa itu bagian dari azab. Yakni bentuk hukuman dari Tuhan atas dosa umat manusia. Tapi golongan seperti ini kian kecil. Juga kian tersudut. Kian memalukan.

Mungkin mereka terpengaruh tafsir yang mendalam tentang banjir di zaman Nabi Nuh itu sebagai bentuk hukuman.

Meski belum seperti di Tiongkok, ilmu pengetahuan kian mendapat tempat di kalangan agamawan. Penemuan-penemuan penyebab gempa akan terus memperbaiki tafsir-tafsir lama.

Di sistem komunisme Tiongkok ilmu pengetahuan sudah menjadi salah satu rukun iman mereka yang empat.

Komunisme Tiongkok terus menambah unsur dalam rukun iman mereka. Komunisme yang asli hanya mengenal eka sila: perjuangan buruh. Melawan majikan.

Ketika masuk Tiongkok tauhid komunisme itu dimusyrikkan. Ditambah satu: perjuangan kaum tani. Menjadi dwi sila. Lalu di zaman Jiang Zemin ditambah satu lagi: pengusaha. Maka sejak itu komunisme Tiongkok menjadi komunisme tiga kaki: buruh, tani, pengusaha.

Pencipta ideologi komunis tidak bisa marah ketika buruh yang harusnya melawan pengusaha justru disatukan dalam tiga rukun iman. Pendiri komunis toh sudah meninggal dunia.

Rukun iman komunisme Tiongkok itu belakangan menjadi empat. Yakni di zaman Presiden Hu Jintao: buruh, tani, pengusaha dan ilmuwan. Apa pun yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan harus dilawan. Harus dianggap musyrik komunis.

Gus Dur pernah punya ide menambah rukun iman yang enam menjadi tujuh: ditambah keadilan sosial, atau membela Si miskin. Selama ini ayat-ayat yang membela Si miskin sudah sangat banyak, tapi rupanya harus ditingkatkan menjadi bagian dari rukun iman: agar dalam membela Si miskin sederajat dengan kepercayaan pada Tuhan.

Saya pernah mewawancarai Gus Dur saat itu. Ketika masih jadi wartawan muda majalah TEMPO. Heboh. Gus Dur cuek. Tapi kemiskinan tetap berat 40 tahun kemudian.

Agama menawarkan surga di akhirat nanti.

Ilmu pengetahuan menawarkan surga di dunia sekarang ini. Agar Turkiye dan Cianjur tidak jadi neraka gempa.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya