Berita

Ketum Nasdem, Surya Paloh/Net

Politik

Jika Tinggalkan Anies dan Pilih Pertahankan Menterinya, Surya Paloh dan Nasdem Akan Jadi Musuh Rakyat

SELASA, 31 JANUARI 2023 | 12:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Putusan Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres), harus diikuti dengan komitmen mempertahankan pilihan politiknya. Karena jika tinggalkan Anies dan memilih Joko Widodo agar menteri mereka bertahan di kabinet, Nasdem akan hancur ditinggal pendukungnya.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, Anies Baswedan merupakan sosok masih berkibar dan mampu menunjukkan diri sebagai pemimpin dan tokoh yang mumpuni meskipun sebelumnya pernah dibuang oleh Jokowi dari jabatan menteri.

"Nasdem sudah deklarasikan Anies sebagai capres. Nasdem harus konsekuen pertahankan pilihan politiknya. Nasdem akan hancur ditinggal massa riil yang dukung Anies di berbagai daerah saat ini jika lebih memilih Jokowi," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/1).


Karena, menurut Muslim, kepemimpinan Jokowi sebentar lagi akan selesai. Sehingga, jika lebih memilih Jokowi, maka Nasdem dan Surya Paloh akan dianggap gagal bela kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar hanya karena memilih kepentingan partai dan menterinya agar tidak direshuffle Jokowi.

"Itu pilihan politik Nasdem yang salah dan keliru. Jika Nasdem tetap bertahan di kubu Anies, Nasdem akan bersama rakyat. Karena saat ini Anies dicintai dan dinanti rakyat Indonesia. Meninggalkan Anies karena faktor Jokowi dan kursi menterinya berakibat fatal bagi Surya Paloh dan Nasdem. Karena akan menjadi musuh rakyat," pungkas Muslim.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya