Berita

Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Net

Politik

Ridwan Kamil Masuk Golkar, Suara Prabowo dan Anies di Jabar Berpotensi Tergerus

JUMAT, 27 JANUARI 2023 | 09:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Keberadaan Ridwan Kamil di Partai Golkar memberi ancaman tersendiri bagi dua bakal calon presiden lainnya, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Ridwan Kamil diprediksi akan menggerus dukungan bagi keduanya di wilayah Jawa Barat.

Hal tersebut akan terjadi ketika Gubernur Jabar itu maju sebagai calon wakil presiden atau menjadi jurukampanye untuk calon presiden di luar Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Begitu analisis pendiri SMRC, Saiful Mujani, yang dipresentasikan melalui program "Bedah Politik bersama Saiful Mujani" episode ”Ridwan Kamil dan Calon Presiden Golkar” di kanal YouTube SMRC TV, Kamis (26/1).


Masuknya RK, begitu sapaan Ridwan Kamil, ke Partai Golkar merupakan pilihan yang masuk akal. Mengingat, partai berlambang pohon beringin itu merupakan partai besar yang pernah berjaya di Jawa Barat.

"Di Jawa Barat, partai ini memiliki sejarah kesuksesan," ujar Saiful, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, bergabungnya RK bisa membantu Partai Golkar dalam menghadapi Pileg maupun Pilpres. Akan tetapi, publik saat ini masih mempertanyakan kemungkinan RK untuk maju sebagai capres.

"Dilihat dari pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan, Ridwan Kamil menyatakan bahwa dia tahu diri," katanya.

Pernyataan RK tersebut, lanjut Saiful, merupakan salah satu sikap bahwa mantan Walikota Bandung itu akan mengikuti segala keputusan yang ditetapkan oleh Partai Golkar.

Jika menoleh ke belakang, pada pilpres 2014 Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie cukup rasional dalam menentukan capres. Padahal bisa saja Partai Golkar mengusung Aburizal Bakrie, apalagi pada saat itu Golkar sebagai partai terbesar kedua setelah PDI Perjuangan.

"Tidak mudah waktu itu bagi Aburizal untuk memenangkan pemilihan presiden. Karena itu dia tidak maju. Itu adalah keputusan yang rasional," ucap Saiful.

Begitu juga pada Pilpres 2019, Airlangga Hartarto yang juga sebagai Ketua Umum Partai Golkar memilih untuk tidak maju sebagai capres, tapi bergabung mendukung Jokowi. Hal itu adalah perhitungan rasional.

Dari data SMRC sendiri, survei yang dilakukan pada Desember 2021, dukungan pada Prabowo di Jabar sangat tinggi, mencapai 34,5 persen. Sementara Ganjar hanya 13,8 persen, Anies 16 persen, dan Ridwan Kamil 17,4 persen.

Satu tahun kemudian, Desember 2022, suara Prabowo turun menjadi 20,8 persen, Ganjar 16,1 persen, Anies 22,5 persen, dan Ridwan Kamil 20,2 persen. Suara Anies, Prabowo, dan Ridwan Kamil seimbang karena selisihnya tidak signifikan secara statistik.

Hal itu, imbuh Saiful, menunjukkan bahwa pemilih di Jabar terbelah. Sehingga, jika Prabowo, Anies, maupun Ridwan Kamil bersaing maka tidak ada yang bisa memenangkan mayoritas suara di Jabar. Data tersebut menunjukkan Jabar tidak solid pada satu tokoh. Ridwan Kamil tidak cukup dominan di Jawa Barat.

Jika Prabowo, Anies, Emil, dan Ganjar maju, di Jawa Barat, Saiful menyebut, RK tidak bisa menang. Namun Saiful memberi catatan bahwa Ridwan Kamil bisa menghambat suara Prabowo dan Anies di Jawa Barat.

"Jawa Barat terpecah (suaranya)," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya