Berita

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), M. Said Didu/Net

Politik

Pertanyakan Kemampuan Bayar Rezim, Said Didu: Harus Buat Utang Baru, Kurangi Subsidi dan Naikan Pajak?

SELASA, 24 JANUARI 2023 | 15:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertambahan utang Indonesia dari tahun ke tahun, di mana hingga 30 Desember 2022 sudah mencapai Rp 7.773,99 triliun, mengundang pertanyaan tentang kemampuan bayar pemerintah saat ini.

Salah satu yang mempertanyakan ialah mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), M. Said Didu, dengan memaparkan sejumlah hal pokok dalam ekonomi yang dapat menunjukan kemampuan bayar suatu rezim terhadap utang.

"Pembayaran utang adalah pilihan kebijakan, apakah belum dianggap; pertama, gagal bayar jika untuk bayar utang harus buat utang baru?" ujar Said Didu melalui akun Twitternya, Selasa (24/1).


Hal pokok lain yang menurutnya juga berlaku dalam hukum ekonomi untuk mengecek kemampuan bayar utang adalah melalui penggunaan pencapaian pemasukan negara.

"Ingat, sekarang sudah mendekati 50 persen pendapatan negara digunakan untuk bayar utang (pokok dan bunga utang)," katanya.

Selain itu, ada beberapa hal pokok lainnya yang juga disebutkan Said Didu, karena menurutnya bisa digunakan suatu rezim untuk menutupi beban utang yang harus dibayarkan. Yaitu pengurangan nilai subsidi untuk rakyat dan menaikan pajak.

"Anggaran subsidi dan layanan publik dikurangi demi bayar utang? Pajak dan lain-lain dinaikkan demi bayar utang?" tandasnya.

Perihal utang ini sempat disinggung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat menghadiri acara ground breaking Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, Minggu (22/1).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengklaim pemerintah masih sanggup membayar utang negara. Bahkan ia menyebutkan, dalam kurun 3 tahun terakhir bekerja luar biasa melalui instrumen utang yang akan dibayar kembali. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya