Berita

Anggota DPR AS George Santos/Net

Dahlan Iskan

Santos Lolos

SENIN, 23 JANUARI 2023 | 05:20 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PUN di DPR Amerika, bisa terjadi hal seperti ini: seorang pembohong besar terpilih sebagai anggota DPR. Dari Dapil New York pula. Ia bukan hanya pembohong, tapi bohong di segala bidang.

Namanya: George Santos. Umur 36 tahun. Kelahiran Brasil. Punya kewarganegaraan ganda. Ia tidak lulus SMA, tapi mengaku pernah kuliah di berbagai lembaga pendidikan.

Yang membuat Santos terpilih adalah: ia mengaku sebagai orang Yahudi. Bukan kaleng-kaleng pula: ayahnya mati sebagai korban holokos. Yakni ketika jutaan orang Yahudi dibunuh di kamar gas di Jerman.


Ada lagi caranya menarik simpati pemilih: ia bilang ibunya meninggal sebagai korban serangan teroris di gedung kembar WTC New York.

Ternyata ia bukan Yahudi sama sekali. Ayahnya lahir di Brasil. Meninggal di Brasil. Tidak pernah ke mana-mana. Tidak ada hubungannya dengan Jerman sama sekali.

Ibunya ternyata juga meninggal biasa. Bahkan sang ibu baru meninggal tahun 2016. Tanggal 23 Desember. Padahal Anda tahu: teroris yang menabrakkan pesawat ke gedung kembar WTC itu terjadi tahun 2001. Tanggal 9 September.

Akhirnya terbongkar pula, ketika peristiwa teror itu melumpuhkan New York, sang ibu belum ada di Amerika.

Yang juga menghebohkan: ia mengaku pembela LGBT dan ia sendiri menyatakan diri sebagai gay. Secara terbuka. Ini agak aneh. Ia nyalon dari Partai Republik. Tapi mengaku gay. Padahal ideologi partai itu anti LGBT. Tapi karena dapilnya New York, Santos pun mencari simpati dengan mengaku gay.

Akhirnya terbongkar: ia punya istri. Sejak 2012. Baru cerai 2019 lalu. Menjelang masa kampanye Pemilu.

Di bidang pendidikan ia mengaku belajar di sekolah swasta elite: Horace Mann. Lalu mengaku punya gelar dari New York University. Masih ditambah New York’s Baruch College. Keren banget.

Ternyata semua itu bohong. Ia tidak pernah sekolah, pun hanya SMA. Ijazah SMA-nya dari ujian persamaan.

Padahal Santos mengaku di salah satu lembaga pendidikan itu ia adalah bintang pemain tim volley ball di sekolah itu. Keruan saja tim bola voli sekolah itu membantah: tidak pernah punya pemain voli bernama Santos. Apalagi dengan wajah seperti di foto media.

Dalam proses pencalonannya itu, Santos juga mengaku pernah bekerja di perusahaan paling bergengsi: Goldman Sachs dan Citi Corp. Dua perusahaan keuangan itu pun mengeluarkan bantahan: tidak mengenal Santos.

Santos masih mengaku sebagai pengusaha properti yang sukses. Ia mengaku punya beberapa gedung di New York. Ketika dicek, gedung-gedung itu bukan ia punya. Omong besar.

Nah, kalau pengakuan yang satu ini benar. Ia pernah bekerja di perusahaan investment Harbor City Capitol Corp. Di Florida. Tahun 2020. Tapi perusahaan itu tutup di tahun berikutnya.

Penyebab penutupannya adalah: perusahaan itu diperiksa otoritas keuangan Amerika. Harbor City Capitol Corp dinilai sebagai perusahaan yang melaksanakan praktik pengumpulan dana tipu-tipu ala ponzi.

Ternyata Santos sendiri terlibat penipuan buku cek. Lalu menggunakan dana kampanye yang melanggar aturan.

Komplet sekali kebohongannya. Tapi Santos terpilih sebagai anggota DPR Amerika. Sudah sah sejak 1 Januari 2023 lalu. Ia pun bergabung dalam kaukus sayap kanan yang ekstrem. Mendukung Donald Trump. Anti aborsi.

Untung pers Amerika rajin membuka latar belakang seluruh anggota DPR. Terutama yang baru. Yang menonjol.

Santos menonjol karena baru kali ini dapil pinggiran kota New York dimenangkan calon dari Partai Republik. Dapil itu secara tradisional dimenangkan calon dari Demokrat.

Setelah semua itu terbongkar, tuntutan muncul: agar Santos mengundurkan diri. Tapi ia bisa melawan. Tanpa mundur Santos bisa tetap jadi anggota DPR. Lembaga itu baru bisa memecatnya kalau disetujui 2/3 anggota DPR. Prosesnya pun panjang.

Setidaknya Santos telah menjadi berita besar di Amerika. Jadi bahan lucu-lucuan berhari-hari. Pertanyaan pun muncul: kenapa orang seperti Santos bisa lolos.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya