Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Cak Imin: Masa Depan Santri Agak Suram untuk Hadir di Parlemen

JUMAT, 13 JANUARI 2023 | 16:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemilihan umum (Pemilu) belakangan ini kian pragmatis. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kontestan, tidak terkecuali bagi santri yang ingin terjun ke dunia politik.

Dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, kondisi yang kian pragmatis itu menjadi ancaman bagi kalangan santri untuk mengirimkan wakilnya di parlemen.

“Kalau berpikir pesmistis, nampaknya masa depan agak suram untuk santri kita untuk hadir di parlemen,” ujar Cak Imin dalam sambutan di acara Ijtima Ulama Nusantara, di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Jumat (13/1).


Menurutnya, santri memerlukan modal yang besar untuk bisa bertarung dalam kontestasi pemilihan legislatif.

“Karena, santri-santri modalnya cekak karena untuk kompetisi pileg modalnya harus besar. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah minimal mengurangi money politics dalam proses pemilihan pada tahun 2024,” katanya.

Selain itu, kata Cak Imin, loyalis pemilih dan pendukung juga menjadi modal besar dan nyata untuk para santri agar bisa melenggang ke Senayan.

“Loyalitas pendukung itu menjadi kebutuhan yang sangat nyata. Adalah loyalitas yang harus terus dipupuk,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya