Berita

Aksi protes warga Jammu dan Kashmir usai serangan teror/Net

Dunia

Kelompok Gerilyawan Teror Jammu dan Kashmir, Warga Panik Salahkan Pemerintah

SENIN, 02 JANUARI 2023 | 18:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Aksi protes warga pecah di Jammu dan Kashmir, setelah lima orang meninggal dunia dalam dua serangan terpisah yang dilakukan gerilyawan pada Minggu (1/1).

Protes dilakukan oleh warga Rajouri pada Senin (2/1), hanya kurang dari 24 jam setelah serangan meneror wilayah tersebut.

Pada Minggu malam, gerilyawan menembaki tiga rumah di distrik Rajouri, yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan melukai sembilan orang lainnya. Salah satu korban jiwa merupakan seorang minoritas Hindu yang tinggal di Kashmir.


Serangan teror juga terjadi pada Senin. Kali ini kelompok gerilyawan menggunakan sebuah alat peledak improvisasi (IED) di dekat wilayah yang sama, yang telah menewaskan satu anak kecil, dan melukai empat orang.

Dua serangan tersebut lantas membuat masyarakat Rajouri khawatir dan mulai menyalahkan pemerintah atas kurangnya pengawasan oleh pihak keamanan dan badan intelijen, dengan melakukan aksi protes di luar rumah sakit, tempat para korban dirawat.

Sementara kelompok sayap kanan lokal telah menyerukan aksi pemogokan sebagai ekspresi kemarahan karena pembunuhan tersebut. Mereka meminta semua layanan transportasi untuk tetap ditangguhkan di desa.

Kepala administrasi, Manoj Sinha, mengutuk serangan tersebut sebagai serangan teror di Rajouri. Ia juga mengumumkan akan memberi bantuan keuangan untuk keluarga para korban.

"Saya meyakinkan orang-orang bahwa mereka yang berada di balik serangan keji ini tidak akan luput dari hukuman," cuitnya di Twitter, seperti dimuat BBC.

Saat ini pejabat tinggi kepolisian telah memulai penyelidikan atas aksi teror tersebut.

Selama setahun terakhir, beberapa umat Hindu di Kashmir dilaporkan telah tewas dalam serangan yang ditargetkan oleh militan, yang memicu ketakutan masyarakat.

Wilayah Jammu dan Kashmir yang berbatasan dengan Pakistan telah menjadi rebutan antara India dan Pakistan. Mereka sama-sama mengklaimnya secara keseluruhan, namun masing-masing menguasai sebagian Kashmir.

Daerah tersebut juga telah banyak menyaksikan peningkatan kekerasan bersenjata, setelah New Delhi pada 2019 lalu mencabut status otonomi terbatas Jammu dan Kashmir dan membawanya di bawah kendali langsung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya