Berita

Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi/Net

Dunia

Di Pengadilan Junta Myanmar, Aung San Suu Kyi Divonis 7 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi

JUMAT, 30 DESEMBER 2022 | 13:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi telah dinyatakan bersalah dan divonis hukuman tujuh tahun penjara terkait kasus korupsi.

Putusan pengadilan junta Myanmar pada Jumat (30/12) terkait dengan lima dakwaan korupsi atas penyewaan dan pemeliharaan helikopter yang menyebabkan kerugian negara.

"Semua kasusnya (Aung San Suu Kyi) sudah selesai dan tidak ada lagi dakwaan terhadapnya," ujar sumber kepada AFP.


Sumber itu mengatakan kondisi Aung San Suu Kyi sehat.

Aung San Suu Kyi menjadi tahanan militer sejak kudeta 2021. Perempuan 77 tahun itu dihukum atas setiap dakwaan yang dilontarkan terhadapnya, mulai dari korupsi hingga kepemilikan walkie-talkie secara ilegal dan melanggar pembatasan Covid-19.

Sejak persidangannya dimulai, dia hanya terlihat sekali. Wartawan dilarang menghadiri sidang pengadilan dan pengacara Aung San Suu Kyi dilarang berbicara kepada media.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta, dengan lebih dari 2.600 orang tewas.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya