Berita

Presiden Moldova, Maia Sandu/Net

Dunia

Ingin Masuk Uni Eropa Sebelum 2023, Moldova Gencarkan Reformasi Ekonomi Negara

JUMAT, 30 DESEMBER 2022 | 12:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ambisi untuk menjadi bagian dari Uni Eropa (UE) sebelum tahun 2030, diutarakan langsung oleh Presiden Moldova Maia Sandu pada Kamis (29/12).

Sejak terpilih menjadi presiden pada 2020 lalu, Sandu ingin agar cita-catanya memasukkan Moldova sebagai bagian dari organisasi ekonomi kawasan itu  segera terwujud.

"Keinginan saya sangat ambisius. Saya pikir kita harus menjadi anggota Uni Eropa pada akhir dekade ini," ujarnya seperti dimuat US News.


Meski Moldova merupakan salah satu negara termiskin di Eropa, tetapi UE telah menerima negara itu sebagai calon anggota sejak Juni lalu.

Keberhasilan itu digadang-gadang menjadi salah satu kemenangan diplomatik yang diraih Sandu selama masa jabatannya.

Menjadi anggota UE tidaklah mudah, Moldova harus menempuh proses yang rumit dengan waktu yang cukup panjang untuk menyelaraskan undang-undang dan kriteria organisasi.

Menyusul ambisi yang diutarakan Sandu, Menteri Ekonomi Moldova Dumitru Alaiba, bulan lalu mengatakan pemerintah sedang banyak melakukan reformasi ekonomi untuk mempercepat keanggotan ke UE.

Reformasi yang dimaksud Alaiba merupakan pemangkasan birokasi jangka panjang dan fleksibilitas ekonomi pada bisnis serta kerjasama yang dibangun.

Alaiba mengatakan prioritas reformasi ekonomi mencakup deregulasi ekonomi dan merombak sistem pajak "rumit" yang telah menghalangi investor, memungkinkan korupsi berkembang dan membatasi pendapatan.

Selain itu, Moldova diklaim Alaiba juga telah berusaha melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap gas Rusia selama perang.

Pada Rabu (28/12), perusahaan utilitas negara Moldova Energocom telah menandatangani kontrak dengan Nuclearelectrica Rumania untuk memasok 80 persen listrik untuk persediaan pada Januari 2023.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya