Berita

Ketua KPK RI Firli Bahuri saat bertindak sebagai inspektur upacara Hari Bhakti KPK ke-20/Ist

Hukum

Pencegahan Lewat Perbaikan Sistem, Firli Bahuri: KPK Tutup Celah dan Peluang Korupsi

KAMIS, 29 DESEMBER 2022 | 16:09 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sebagai upaya membersihkan Indonesia bebas korupsi, KPK menjalankan tiga strategi yang meliputi pendidikan masyarakat, pencegahan melalui perbaikan sistem dan penindakan atau yang dikenal dengan trisula pemberantasan korupsi.

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, pendidikan masyarakat ditujukan untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi serta membangun karakter dan kesadaran agar tidak ingin korupsi.

Sementara pencegahan, kata Firli dilakukan KPK dengan memperbaiki sistem. Hal ini sesuai dengan amanat Pasal 6 huruf a UU 19/2019 dan Perpres 54/2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).


Firli mengurai, dalam Stranas PK tahun 2021 hingga 2022 terdapat tiga fokus area dengan 12 aksi pencegahan korupsi yang hasilnya berdampak kepada kemudahan berusaha, perizinan, pengadaan barang dan jasa, jalur logistik serta meningkatnya pelayanan publik yang berbasis elektronik.

“Pencegahan membangun ekosistem antikorupsi. Kita pahami bahwa pencegahan dengan perbaikan sistem tentulah akan menutup celah dan peluang korupsi,” kata Firli kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/12).

KPK juga mencatat telah menyelesaikan 12 kajian pencegahan korupsi pada tahun ini, diantaranya kajian potensi korupsi bantuan pemerintah pada Kementerian PUPR, Kemendikbud Ristek, dan Kementerian Pertanian. Kajian pengawasan batubara dan kajian kerentanan korupsi dalam Rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Adapun prioritas kajiannya yaitu menguasai hajat hidup orang banyak, berdampak signifikan pada keuangan negara, dan memiliki risiko yang tinggi.

Firli mengungkap, sepanjang tahun 2022 ini KPK telah berhasil menyelamatkan keuangan negara atau daerah mencapai Rp 63,9 triliun, dengan jumlah aset 83.052 unit.

Diantaranya pengembalian Hak Penggunaan Lahan (HPL) Gili Trawangan menjadi hak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menghasilkan potensi penerimaan daerah seluas 65 hektare dengan nilai aset Rp 2,3 triliun.

Selanjutnya, penyelesaian permasalahan aset Pasar Turi, Kota Surabaya senilai Rp 1,56 triliun; penyelesaian permasalahan sengketa Stadion Kamal Junaidi, Jepara, Jawa Tengah senilai Rp 100 miliar; dan penyelesaian permasalahan piutang BPHTB Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau senilai Rp 166 miliar.

Sedangkan strategi penindakan, lebih lanjut Firli menjelaskan bakal terus dilakukan sebagaimana yang dimandatkan dalam Pasal 6 huruf e. Karena penindakan adalah upaya penegakan hukum yang tegas, profesional dengan berpedoman pada asas asas pelaksanaan tugas pokok KPK yaitu untuk kepentingan umum, transparansi, akuntabel, kepastian hukum, keadilan dan menjunjungtinggi Hak asasi Manusia.

“Penindakan juga dilakukan termasuk tindakan Tangkap Tangan karena perbuatan korupsi yang harus dihentikan dan para pelaku tidak mengulangi perbuatan korupsi. Kalau tidak mau tertangkap tangan, ya jangan korupsi. Tindakan Tangkap Tangan masih diperlukan supaya orang takut untuk melakukan korupsi,” beber Firli.

Dalam kesempatan ini Firli kembali menegaskan bahwa sesuai ketentuan UU 19/2019 atas perubahan kedua UU 30/2002 KPK adalah lembaga negara dalam rumpuh eksekutif, namun dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya tidak terpengaruh kepada kekuasaan manapun.

Sebab, tindak pidana korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, merusak sendi-sendi kehidupan dan mengagalkan upaya mewujudkan tujuan negara. Bahkan korupsi menyebabkan kemiskinan dan ketidakadilan. Korupsi dibayar oleh kemiskinan.

“KPK bekerja tidak pandang bulu, karena itu adalah prinsip kerja KPK,” demikian Firli.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya