Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Tekno

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa dampak besar bagi dunia pendidikan. Namun, teknologi tersebut tidak boleh menggantikan peran manusia sebagai aktor utama dalam proses belajar-mengajar.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menegaskan, AI sejatinya adalah alat bantu yang dapat mempermudah kerja pendidik sekaligus meningkatkan minat belajar siswa. Ia mengaku telah banyak memanfaatkan AI untuk membuat berbagai materi pembelajaran, mulai dari video tutorial hingga konten visual.

“AI itu adalah alat bantu. Saya sekarang banyak membuat video tutorial atau video materi pembelajaran dengan bantuan AI. Itu jauh lebih mudah, lebih murah, bahkan banyak yang gratis,” ujar Indra dalam percakapan lewat telepon dengan RMOL, dikutip Sabtu 7 Februari 2026.


Menurutnya, penggunaan AI dalam penyajian materi membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dibandingkan metode konvensional yang hanya mengandalkan ceramah di kelas. Meski begitu, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak berujung pada ketergantungan.

“Jangan sampai kita justru bergantung pada AI. AI harus tetap menjadi alat bantu, sementara yang utama tetap manusianya,” tegasnya.

Indra menyoroti salah kaprah yang kerap terjadi di kalangan pelajar, yakni menjadikan AI sebagai “mesin pencari jawaban”. Praktik tersebut dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Yang kita butuhkan justru bagaimana anak-anak didorong menjadi inovator, membuat sesuatu yang baru, bukan sekadar menjawab soal,” katanya.

Lebih lanjut, Indra menilai kehadiran AI secara tak terelakkan akan mengubah cara belajar dan cara mengajar. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan era sebelum internet, ketika akses referensi sangat terbatas dan bergantung pada buku atau perpustakaan.

Kini, dengan bantuan AI, pelajar tidak hanya bisa memperoleh informasi dengan cepat, tetapi juga menelusuri sumber data dan membandingkannya.

“Kita bisa bertanya kembali, datanya diambil dari mana, pembandingnya apa. Ini yang membedakan era dulu dan sekarang, dan ini menuntut perubahan cara kita belajar dan mengajar,” jelasnya.

Soal kekhawatiran ketergantungan siswa terhadap AI, Indra menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses transisi teknologi, serupa dengan kehadiran komputer di masa lalu.

“Jangan sampai kita diatur oleh mesin atau teknologi. Manusialah yang harus menjadi driving force-nya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga memanfaatkan AI untuk berbagai keperluan, mulai dari penulisan surat dan proposal hingga pembuatan gambar dan video. Namun, arah dan tujuan tetap harus ditentukan oleh manusia.

Menatap masa depan pendidikan, Indra menilai AI merupakan tantangan sekaligus peluang besar di era digital. Jika digunakan secara bijak, teknologi ini dapat mempercepat proses pembelajaran dan membuka ruang kreativitas baru.

“Sekarang satu orang bisa melakukan banyak hal sekaligus. AI membantu mempercepat proses, mempermudah pekerjaan, dan membuka peluang baru dalam pendidikan, asal tetap digunakan dengan bijak,” pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya