Berita

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Sri Zambry Abdul Kadir di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta pada Kamis, 29 Desember 2022/Repro

Dunia

Bertemu Menlu Malaysia, Retno Dorong Komitmen Perlindungan PMI Lewat One Channel System

KAMIS, 29 DESEMBER 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) perlu ditingkatkan. Dalam hal ini, Indonesia mendorong implementasi One Channel System untuk perekrutan dan penempatan PMI.

Begitu yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Sri Zambry Abdul Kadir selama pertemuan bilateral di kantor Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta pada Kamis (29/12).

Dalam pertemuan tersebut Retno menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran adalah salah satu isu prioritas politik luar negeri Indonesia. Terlebih, baik Indonesia maupun Malaysia sepakat dengan kontribusi PMI terhadap pembangunan ekonomi.


Untuk itu, Retno menyerukan kerjasama yang erat dalam implementasi One Channel System dalam perekrutan dan penempatan pekerja migran.

"Yang diperlukan saat ini adalah komitmen, agar implementasi One Channel System dapat berjalan dengan baik termasuk dengan mempercepat proses integrasi sistem informasi," ujar Retno.

Selain itu, Retno juga ingin agar hukum dan keadilan bagi PMI dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya di Malaysia. Penegakan hukum terhadap setiap tindak kriminal pada PMI merupakan bukti pewujudan rasa kemanusiaan dan rasa keadilan.

Pemenuhan hak-hak PMI, lanjut Retno, juga sangat penting, termasuk hak finansial, pendidikan, dan layanan kesehatan bagi anak-anak pekerja migran.

Bersamaan dengan itu, Zambry menyampaikan komitmennya untuk memastikan perlindungan dan perekrutan PMI yang didasarkan pada hukum nasional.

"Saya meyakinkan Ibu Retno bahwa Malaysia akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan perlindungan dan perekrutan WNI berdasarkan hukum nasional," jelas Zambry.

Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Zambry setelah ia dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Malaysia pada 3 Desember lalu. Kunjungan Zambry dilakukan untuk memperkuat hubungan dan mempersiapkan kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada awal tahun depan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya