Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Presisi

Tahun Ini, 559 Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh

KAMIS, 29 DESEMBER 2022 | 02:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polda Aceh mencatat sebanyak 559 pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Aceh selama tahun 2022. Bahkan kedatangan pengungsi ini berturut-turut dalam dua hari, yakni pada 25- 26 Desember lalu.

"Selama tahun 2022 ini kita memang kedatangan pengungsi Rohingya ke perairan laut Aceh," kata Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar, dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, dikutip dari Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (28/12).

Haydar menyebutkan, kedatangan pertama pada 6 Maret lalu di pesisir Kuala Raja, Bireueun. Mereka berjumlah 113 jiwa.


Kemudian, kata dia, pada 24 Juni lalu terdampar di perairan Seuneudon, Aceh Utara dengan jumlah 94 jiwa. Selanjutnya pada 15 November lalu, sebanyak 110 jiwa yang terdampar di pesisir pantai Muara Batu, Aceh Utara.

Pada 25 Desember lalu, kata dia, mereka terdampar di pesisir pantai Ladong, Aceh Besar berjumlah 57 jiwa. Terakhir pada 26 Desember lalu, di Pidie, jumlahnya 185 jiwa.

Dalam penanganan pengungsi Rohingya itu, kata dia, kepolisian terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, lembaga penanganan pengungsi internasional. Yaitu, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization fo Migration (IOM).

"Kita sudah komunikasi dengan pusat dengan Menko Polhukam dan mereka sudah datang ke sini, kita juga koordinasi dengan UNHCR dan IOM untuk menindaklanjuti ini," sebut dia.

Haydar mengatakan, Menko Polhukam meminta agar Pemerintah Aceh segera membentuk satgas atau rumah bagi para pengungsi. Misalnya, satgas pengungsi seperti yang dibentuk di wilayah Pekan Baru.

"Nanti kalau sudah dibentuk ada dana yang khusus untuk pengungsi ini, saya tidak tahu apakah di provinsi ini sudah dibentuk atau belum," kata dia.

Menurut dia, keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh sudah muncul berbagai macam pandangan publik hingga keresahan. Karena ketika mereka ditampung dan diselamatkan, justru lari dari tempat yang sediakan.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya